Kontainer muatan tetes tebu terguling, tutup jalur protokol Surabaya - Malang
Akibat lalai saat berhenti truk kontainer muatan cairan tetes nopol L 8237 UK, yang dikemudikan Fakhrur Rozzi (26), warga Desa Pangkatrejo Rt. 004 Rw. 001, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berjalan mundur menyasak atap teras rumah warga dan satu unit mobil statiun yang sedang parkir, Rabu (13/9).
.jpg)
Elshinta.com - Akibat lalai saat berhenti truk kontainer muatan cairan tetes nopol L 8237 UK, yang dikemudikan Fakhrur Rozzi (26), warga Desa Pangkatrejo Rt. 004 Rw. 001, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berjalan mundur menyasak atap teras rumah warga dan satu unit mobil statiun yang sedang parkir, Rabu (13/9).
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian kecelakaan dijalan raya Kertosari Purwosari ini mengakibatkan kerusakan rumah dan mobil serta satu tiang penyangga kabel jaringan telepon patah. Kapos lantas Purwosari, Aiptu Harnadi kepada wartawan menuturkan, kecelakaan berawal ketika truk kontainer mengalami mogok akibat sirkulasi air radiotor tidak berfungsi (ngebros). Sambil menunggu suhu air radiator truk dingin, pengemudi truk turun dan makan siang di Soto Lombok yang berada tidak jauh dari lokasi. Saat sedang makan tiba-tiba truk bergerak berjalan mundur.
"Mungkin karena terkena getaran kendaran berat yang melintas sehingga truk tersebut berjalan mundur karena waktu mogok di jalan agak menurun (lajur Surabaya -Malang)" tutur Aiptu Harnadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mustaghfirin.
Meski sopir truk mengaku sudah memasang kayu untuk memahan roda truk (ganjel), namun beratnya muatan serta getaran kendaraan yang melintas didukung struktur jalan yang agak menurun segingga tidak mampu menahan truk tersebut.
"Truk jalan mundur mengarah kekiri menabrak mobil statiun lalu kontainer mengenai atap rumah dan terguling," lanjut Harnadi.
Cairan tetes tumpah di jalan dan peti kemas menutup lajur arah Malang sehingga lalu lintas dilakukan kontraflow menggunakan lajur Malang-Surabaya. Petugas menurunkan satu unit truk tanki dari Jasa Marga Tol Purwodadi dan satu unit Truk PMK Kabupaten Pasuruan untuk membersihkan tetes yang tumpah di Jalan.
Saat disinggung kenapa cairan tetes yang biasanya dimuat memggunakan truk tanki, namun kali ini menggunakan kontainer, menurut Aiptu Harnadi, selama ini pihaknya tidak melakukan pemeriksaan muatan kontainer.
"Memang benar biasanya dimuat tangki dan kontainer biasanya muat barang exspedisi. Selama ini Kami tidak melakukan pemeriksaan muatan kontainer" imbuh Harnadi.
Arus lalu lintas kembali normal setelah tiga jam dilakukan evakuasi dan pembersihan cairan tetes.