Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cadangan pangan untuk masyarakat se-Surakarta aman sampai akhir tahun 2023

Badan Urusan Logistik (Bulog) Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah menegaskan cadangan beras aman hingga akhir tahun ini.

Cadangan pangan untuk masyarakat se-Surakarta aman sampai akhir tahun 2023
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah menegaskan cadangan beras aman hingga akhir tahun ini. Stok atau ketersediaan beras di seluruh gudang Bulog Surakarta yang meliputi Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Sragen dan Boyolali sebanyak 18 ribu to. Mencukupi kebutuhan seluruh wilayah yang dibawahi Bulog Surakarta. Hal tersebut disampaikan Wakil pimpinan Bulog Surakarta Andrew Ramadhan Shahab.

Dia menyebutkan, cadangan beras tersebut aman bahkan untuk konsumsi masyarakat se Eks Karesidenan Surakarta hingga Bulan Desember, meskipun masa tanam terakhir tahun 2023 ini terancam tidak terjadi panen raya lantaran lahan kekeringan. Penyerapan panen raya diharapkan terjadi pada Januari 2024 mendatang.

Diasumsikan cadangan beras mencukupi bahkan untuk mengkaver program-program pangan murah yang diinstruksikan dari pemerintah pusat. Sebagai informasi, harga gabah kering panen ditingkat petani saat ini sekitar Rp5.000 per kilogram dan gabah kering giling sekitar Rp7.500 per kilogram.

"KIta sudah cek dilokasi penggilingan padi guna memastikan besaran harga gabah," kata Andrew seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (14/9).

Andrew mengatakan, Bulog selama ini melakukan dua skema penyerapan gabah petani. Yakni gabah jenis medium untuk cadangan pangan secara umum dan gabah untuk jenis beras premium untuk kebutuhan komersil. Harga beras medium dikontrol oleh pemerintah sedangkan beras komersial mengikuti mekanisme pasar, jadi memang ada perlakuan berbeda untuk dua komoditas pangan pokok tersebut. Target pasarnya pun berbeda antara dua jenis beras yang diserap Bulog.

"jadi, masyarkat diminta tidak panik dengan ketersediaan beras dalam menghadapi musim kemarau dan kecenderungan kenaikan harga yang hampir merata disemua daerah," ungkapnya.

Terkait beras untuk alokasi program bantuan pangan pemerintah, lanjut Andrew Ramadhan Shahab, penyaluran bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) dimulai dari Kabupaten Sukoharjo dan diikuti daerah lain se Surakarta. Selain itu, gerakan pangan murah juga dilakukan secara rutin oleh pemerintah Kaabupaten Sukoharjo dimana seluruh produk pangan disuplai oleh Bulog. Kemudian, pemerintah daerah bersama dengan Bank Indonesia dan Bulog memiliki kerjasama jangka panjang dalam operasi pasar pangan murah yang masih berjalan hingga saat ini.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire