Tolak relokasi, ratusan PKL gelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DIY
Aksi unjuk rasa ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Balai Kota Daerah Istimewa Yogyakarta diwarnai kericuhan. Massa mendobrak gerbang balai kota dan masuk untuk menyampaikan aspirasi.

Elshinta.com - Aksi unjuk rasa ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Balai Kota Daerah Istimewa Yogyakarta diwarnai kericuhan. Massa mendobrak gerbang balai kota dan masuk untuk menyampaikan aspirasi.
Ratusan pedagang kaki lima memaksa masuk ke halaman balai kota, sedangkan gerbang balai kota ditutup dan dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Satpol PP dan kepolisian.
Jumlah massa yang cukup banyak dan terus ingin masuk membuat penjagaan jebol dan massa akhirnya bisa masuk ke dalam halaman balai kota. Mereka menolak rencana relokasi.
Para PKL menolak lokasi berjualan dari kawasan Malioboro ke tempat lain. Terlebih, saat ini kondisi PKL sendiri sedang dalam kondisi tidak baik.
Di sisi lain, para PKL berharap agar sosialisasi yang lebih kuat sehingga para PKL bisa mengerti dan berharap jika terpaksa harus direlokasi maka harus lebih baik dan bisa meningkatkan kualitas dari para PKL itu sendiri.
Sejumlah perwakilan dari PKL telah diterima untuk menyampaikan aspirasi, namun penjabat wali kota tidak terlihat dan menemui para pengunjuk rasa.
Pantauan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, massa pengunjuk rasa terlihat duduk di halaman balai kota sambil menunggu rekan-rekan mereka yang tengah berdiskusi dengan sejumlah penjabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.