Top
Begin typing your search above and press return to search.

Bupati minta BPBD responsif terhadap laporan krisis air bersih warga

Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani minta warga segera melapor kepada pemerintah desa dan diteruskan ke pemerintah kecamatan apabila mengalami krisis air bersih.

Bupati minta BPBD responsif terhadap laporan krisis air bersih warga
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani minta warga segera melapor kepada pemerintah desa dan diteruskan ke pemerintah kecamatan apabila mengalami krisis air bersih. Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus merespon cepat permintaan droping air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Etik mengatakan, pengiriman ataiu droping air bersih sudah dilakukan secara rutin oleh pihak terkait ke wilayah selatan kabupaten selama musim kemarau tahun ini. Bantuan air bersih yang dikirim berdasarkan permintaan warga ataupun bantuan dari pihak swasta secara langsung menyasar pada desa terdata mengalami krisis air bersih.

Pemerintah daerah juga terbuka menerima bantuan dari luar pemerintahan untuk pengiriman air bersih pada warga yang membutuhkan. Asalkan secara teknis tetap berkordinasi dengan BPBD setempat. Sebab, BPBD lah yang memiliki data desa terdampak kekeringan dan jadwal droping air bersih.

"Data warga terdampak kekeringan ada di BPBD. Jadi, untuk droping yang paling paham wilayah mana saja yang prioritas ya BPBD," kata bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (20/9).

Tujuan koordinasi, lanjut bupati, agar terjadi pemerataan jatah pengiriman air bersih. Bantuan juga lebih tepat sasaran menjangkau masyarakat secara merata hingga ke pelosok. Pengiriman air bersih ini grastis. Untuk jangka panjang, Etik Suryani telah menawarkan program bantuan pembuatan sumur dalam sebagai bentuk penanganan kedepan terkait kekeringan. Desa bisa mengajukan permohonan bantuan dengan menyediakan tempat yang memungkinkan menjadi lokasi sumur dalam.

"Seperti di Kedungjambal sudah dibidik lokasi sumur dalam untuk antisipasi krisis air bersih, tinggal kita bangunkan," jelasnya.

Sementara, Kepala BPDB SUkoharjo Ariyanto Mulyatmojo menambahkan, kiriman air bersih ini ditampung pada bak-bak penampungan komunal milik desa. Kemudian pemanfaatannya juga dikelola oleh pihak desa. Di Sukoharjo, tiga kecamatan menjadi wilayah terdampak krisis air bersih yakni di Kecamatan Bulu, Weru dan TawangSari. Total ada 13 desa terdampak dengan lebih dari delapan ribu jiwa bergantung air bersih dari bantuan pemerintah maupun pihak swasta.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire