Stabilkan harga pangan, Pemprov Jateng gelar pasar murah di Kudus
Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di 35 Kabupaten/Kota dan juga desa miskin ekstrim.

Elshinta.com - Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di 35 Kabupaten/Kota dan juga desa miskin ekstrim. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan harga dan menekan laju inflasi. Dimana Kabupaten Kudus pada Minggu ke-3 bulan September ini menempati 10 besar indeks harga konsumen tertinggi di Pulau Jawa. Dalam kegiatan pasar murah yang diselenggarakan di GOR Sukun telah disiapkan 6 ton beras, 1,2 ton telur ayam, 600 kilogram bawang merah, 300 kilogram bawang putih, 600 kilogram cabai merah, 300 kilogram cabai rawit dan juga gula dan minyak goreng.
Penjabat bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan Gerakan pangan murah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah bertujuan untuk stabilisasi harga dan pasokan bahan pokok, juga untuk pengendalian inflasi.
Mengingat Kabupaten Kudus terdapat banyak perusahaan padat karya yang mempekerjakan ribuan pekerja, ia pun mengusulkan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah untuk dapat menambah kuota Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk Kabupaten Kudus agar terjadi pemerataan sehingga masyarakat dapat menikmatinya.
"Di Kudus ini banyak perusahaan padat karya yang menampung ribuan pekerja. Sebagai usulan, kuota untuk GPM agar bisa ditambah sehingga makin banyak masyarakat dapat menikmatinya," pintanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (26/9).
Bergas ingin kegiatan GPM dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Tak hanya dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, namun berharap agar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus juga dapat melakukan hal yang sama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat mendukung pelaksanaan program strategis nasional.
Selain Gerakan Pangan Murah, Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah agar dapat menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk darurat kebencanaan yang jumlahnya telah disiapkan sebanyak 100 ton untuk masing-masing daerah.
"Sekiranya bantuan itu bisa dimanfaatkan, kita coba manfaatkan, hanya saja jangan sampai salah sasaran. Untuk itu dinas terkait diharap dapat mengoordinir masyarakat by name by address," pesan Pj bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari mengatakan, acuan dalam mengintervensi program Gerakan Pangan Murah di seluruh wilayah Jawa Tengah dapat dilihat dari pantauan BPS terhadap daerah dengan indeks harga pangan paling tinggi. Melalui pantauan tersebut, pihaknya dapat menyasar daerah tersebut untuk menstabilkan harga dan pasokan pangan.
"Kita lihat indeks harga paling tinggi ada di daerah mana melalui pantauan BPS, lalu kita sasar daerah tersebut yang paling membutuhkan," jelasnya.
Disebutkannya, berbagai jenis bahan pangan disediakan untuk masyarakat dengan harga dibawah pasar. Di antaranya ada beras dari bulog, minyak goreng, gula, bawang merah dan putih, serta telur. GPM telah dilaksanakan sebanyak 423 kali sejak Januari 2023 se-Jawa Tengah. Sementara sasaran di perusahaan padat karya baru berjalan ke-9 kalinya.