Simulasi 'Sispamkota' Polres Salatiga gunakan gas air mata asli, massa bubar karena mata pedih
Kejadian tak terduga dan menegangkan saat berlangsungnya simulasi Sispamkota Polres Salatiga tepat di pintu gerbang Polres Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (26/9). Karena ada penembakan gas air mata asli atau sungguhan simulasi akhirnya dihentikan.

Elshinta.com - Kejadian tak terduga dan menegangkan saat berlangsungnya simulasi Sispamkota Polres Salatiga tepat di pintu gerbang Polres Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (26/9). Karena ada penembakan gas air mata asli atau sungguhan simulasi akhirnya dihentikan.
Kondisi sempat kacau saat sesi 'pengunjuk rasa' tanpa ada peringatan menggunakan tembakan gas air mata yang sesungguhnya. Tak pelak, mulai dari wartawan, tamu undangan hingga masyarakat mengalami sesak nafas dan mata perih.
Bahkan, untuk membuat pandangan kembali jernih serta mengatur pernapasan hampir seluruh yang menyaksikan simulasi mengarahkan ke alun-alun Lapangan Pancasila dan mencari air.
"Jangan dikucek, siram langsung dengan air," teriak sejumlah petugas berpakaian preman.
Kondisi tak terduga ini benar-benar di luar prediksi awak media khususnya yang melakukan peliputan.
"Kita tidak menduga kalau yang digunakan adalah gas air mata yang sesunguhnya. Nafa saya sesak, dan mata perih sekali. Tadi saya langsung berhenti mengambil gambar karena efek dari gas air ini," ungkap Yuliyanto, seorang wartawan TV Nasional yang ikut merasakan dampak gas air mata seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Selasa (26/9).
Sementara, beberapa tamu undangan yang sebelumnya berada podium memilih turun dan menuju Lapangan Pancasila. Sebagian besar terbatuk hingga nyaris muntah dan mencari air untuk mengurangi rasa perih di mata yang memerah.
Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari mengatakan jika kegiatan simulasi ini bagian dari upaya Polres Salatiga menyiapkan diri dengan hal-hal tidak diinginkan selama perjalanan Pemilu 2024.
"Hari ini kami dari Polres Salatiga bersama-sama dengan TNI, Dishub dan Satpol-PP serta semua unsur masyarakat melakukan latihan Sispamkota dalam rangka persiapan operasi kontingensi terkait dengan Pemilu Tahun 2024," ungkap Kapolres.
Ditambahkan Kasi Humas Polres Salatiga Iptu Henri Widyoriani, adanya kejadian gas air mata yang 'membubarkan' para penonton tak terkecuali wartawan dan warga masyarakat karena faktor angin.
"Tadi memang menggunakan gas air mata sesungguhnya, tapi karena faktor angin menyebabkan tidak terkendali," tandas Iptu Henri.