Top
Begin typing your search above and press return to search.

Harga beras mencekik, 'Kades Sultan' di Majalengka pastikan warganya aman dari kekurangan beras

Di saat musim paceklik dan harga beras mahal, sejumlah warga di salah satu desa di Kabupaten Majalengka justru tidak merasa khawatir, hal itu dikarenakan kepala desa di wilayahnya memiliki program meminjamkan beras dengan harga di bawah pasar.

Harga beras mencekik, Kades Sultan di Majalengka pastikan warganya aman dari kekurangan beras
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Di saat musim paceklik dan harga beras mahal, sejumlah warga di salah satu desa di Kabupaten Majalengka justru tidak merasa khawatir, hal itu dikarenakan kepala desa di wilayahnya memiliki program meminjamkan beras dengan harga di bawah pasar.

Yosa Novita, Kepala Desa di Kabupaten Majalengka Jawa Barat berjuluk Kades Sultan, mengaku masih menjalankan program meminjam beras yang ia gagas 9 bulan silam.

Hingga kini, program tersebut masih berjalan dan dirasakan warganya cukup membantu karena saat ini beras sedang mahal.

'Program meminjam beras masih berjalan. Apalagi sekarang harga beras lagi melambung. Jadi program itu tetap berjalan," ungkap Yosa saat ditemui di kantor Desa Kawung Hilir, Selasa (26/9).

Menurutnya, program meminjamkan beras maksimal 10 kilogran dan minimal 5 kilogram dengan sistem membayar secara fleksibel dengan jangka waktu 1 bulan.

"Insya Allah, selama saya menjadi kepala desa. Program itu akan tetep berlanjut. Karena itu kata warga sangat membantu. Karena bayar juga sebulan sekali yah," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah.

Yosa juga menambahkan, program yang ia sebut berasal dari uang pribadinya tersebut, dengan meminjamkan beras dan warganya membayarnya dengan harga dibawah pasar (harga pabrik) agar warganya tidak terjebak hutang dengan bank Emok

"Saya juga meminjamkannya dengan harga pabrik. Tidak ada istilahnya saya kasih harga agak mahal sedikit, yang penting warga saya jangan sampai tidak punya untuk beli beras yang akhirnya lari ke bank emok lagi," tuturnya.

Yosa juga menyebut, saat kondisi beras mahal dan gabah petani semakin menipis, dirinya bersyukur memiliki stok beras dari gabah hasil panen dari sawah yang ia miliki.

"Alhamdulillah, kebetulan saya juga punya sawah jadi mudah. Tapi kalau dari sawah saya sebetulnya tidak untuk dipinjamkan, saya sedekahkan," tandasnya.

Ia juga menegaskan, kenapa selama ini programnya meminjamkan bukan memberi, menurut Yosa agar warganya mau ikhtiar dan tidak malas dengan hanya menengadahkan tangan.

"Kenapa saya meminjamkan, jangan sampai warga merasa kalau dibiasakan untuk itu (dikasih) nanti jadi malas tidak bekerja. Tapi kalau meminjamkan mah sedikitnya meringankan beban dari warga," katanya.

Dengan memasuki musim paceklik dan beras mahal Yosa mengaku ada peningkatan peminjam beras dari warganya sekitar 10%.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire