Polisi masih kesulitan identifikasi meninggalnya anak Pamen AU, 14 CCTV tidak berfungsi
Polisi masih terus melakukan upaya memcari penyebab meninggalnya CHR (16), anak Perwira Menegah (Pamen) TNI AU, yang terbakar dan meninggal di Pos Spion Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Elshinta.com - Polisi masih terus melakukan upaya memcari penyebab meninggalnya CHR (16), anak Perwira Menegah (Pamen) TNI AU, yang terbakar dan meninggal di Pos Spion Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, pihaknya hingga kini masih sulit mengindetifikasi korban. Pasalnya, dari 18 CCTV yang ada di seluruh obyek vital TNI AU, 14 CCTV di antaranya tidak berfungsi.
"Hasil analisa hanya 4 titik CCTV, yang merekam korban, baik pra maupun pasca kejadian," kata Kapolres
Apalagi, kata Kapolres, CCTV yang posisinya mengarah langsung ke arah tempat kejadian peristiwa (TKP) ikut tidak berfungsi.
"CCTV yang posisinya berada di depan TKP, atau yang mengarah langsung tidak berfungsi," terang Kapolres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto.
Lebih lanjut Kapolres menerangkan, dari sisa 4 CCTV yang merekam korban, diketahui korban tengah mengayuh sepeda menuju Pos Spion 24 Lanud Halim Perdanakusuma.
"Dia menggunakan sepeda. Jadi, sepeda yang kami temukan di TKP. Jadi, dia mengayuh sendiri menuju ke TKP itu," jelas Kapolres.
Dalam rekaman itu, lanjut Kapolres, terlihat korban tengah membawa ransel. Namun sayangnya, Kapolres tidak merinci apa-apa saja isi di dalam ransel tersebut.
Dilaporkan Elshinta sebelumnya, CHR (16), anak perwira TNI AU ditemukan meninggal di Pos Spion Ujung Lanud 24 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (24/9)
Hingga kini, Polres Metro Jakarta Timur bersama Satpom TNI AU tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut. Polisi pun telah memeriksa saksi dan mengamankan barang bukti.