Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jasmerah, PKS DIY ziarah ke makam pahlawan korban G30S/PKI 

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berziarah ke makam pahlawan Revolusi korban gerakan 30 September.

Jasmerah, PKS DIY ziarah ke makam pahlawan korban G30S/PKI 
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berziarah ke makam pahlawan Revolusi korban gerakan 30 September. Dua pahlawan revolusi yaitu Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel Infantri (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara D.I. Yogyakarta.

Rombongan DPW PKS DIY yang terdiri dari Pengurus Harian dan Anggota Fraksi PKS DPRD DIY berziarah dan berdo'a diawali dari makam Panglima Besar Jendral Soedirman kemudian dilanjut ke makam dua Pahlawan Revolusi yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel Infantri (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto dilanjut ke makam Prof. Dr. M. Sardjito, M.D., M.P.H. yang telah dinobatkan menjadi pahlawan nasional pada 2019 silam.

Ketua DPW PKS DIY Agus Mas'udi dan pengurus lainya menaburkan bunga diatas pusara para pahlawan nasional yang telah berjasa besar untuk bangsa dan negara Indonesia. Ziarah ini untuk mengingatkan masyarakat khususnya para kader, anggota dan simpatisan PKS untuk mengenang kembali jasa para pahlawan pendiri bangsa.

"kita mengajak segenap masyarakat untuk jas merah (jangan sekali-sekali melupakan sejarah) bahwa disini ada korban dari G 30 s PKI, " Kata Agus Ma'udi di TMP Kusumanegara Yogyakarta, Sabtu (30/9/2023).

Selain dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2023, kegiatan ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang menjadi korban keganasan peristiwa G30S/PKI.

"Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin kami tiap tahun pada momen peringatan G30S/PKI atau hari Pahlawan, sebagai pengingat kami kader-kader PKS untuk selalu mengingat dan menghormati para pahlawan," ujarnya.

Kegiatan ziarah ini juga menjadi bentuk aplikasi perkataan Bung Karno yang terkenal, "Jas Merah" atau "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah". "Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya", ungkap Agus Mas'udi.

"Tentunya juga agar generasi kita, generasi muda sebagai penerus Bangsa dan seluruh rakyat Indonesia mengambil pelajaran serta mewaspadai paham komunisme yang berkembang agar peristiwa kudeta seperti peristiwa kelam G30S/PKI tidak kembali terulang." tegasnya.

Sosok yang akrab dipanggil Gus'ud ini mengatakan bahwa G 30 S adalah gerakan untuk mengkudeta pemerintah yang syah. Ia mengingatkan agar peristiwa kelam tersebut tidak terulang kembali.

"Sebagai negara demokratis pemindahan kekuasaan harus melalui Pemilu bukan melalui penggulingan," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire