Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pernikahan dini jadi penyebab tingginya stunting di Kabupaten Jayapura

Asisten 1 Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang mengatakan, pernikahan dini bisa menjadi penyebab penambahan penderita stunting di daerah itu. 

Pernikahan dini jadi penyebab tingginya stunting di Kabupaten Jayapura
X
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Asisten 1 Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang mengatakan, pernikahan dini bisa menjadi penyebab penambahan penderita stunting di daerah itu.

“Persoalan pernikahan dini tidak boleh dianggap biasa saja, karena ini bisa menjadi penyebab akan muculnya anak penderita stunting di Kabupaten Jayapura. Penyebab stunting itu kan, jangan hanya dilihat dari kurang gizi saja, tetapi perkawinan dini juga sebabkan stunting karena pemahaman terhadap bagaimana 1000 kehidupan itu tidak dipahami akan membuat dampak,”kata Asisten 1 Bidang Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Elvina Situmorang, Senin (2/10).

Pemda Kabupaten Jayapura terus menguatkan sosialisasi dan pencegahan stunting melalui OPD maupun PKK dengan pemberian makanan tambahan serta memperhatikan 1000 kehidupan. Hal tersebut merupakan upaya menurunkan stunting di daerah tersebut. Apabila beberapa hal ini bisa diseriusi maka harus dilakukan pendekatan kepada masyarakat, karena terkadang masyarakat itu malu menyatakan bahwa dalam keluarganya ada stunting.

“Pola pikir seperti ini yang harus kita dekati, supaya kedepan dengan hati yang terbuka bisa menyampaikan pada petugas kesehatan kalau ada terjadi stunting dalam keluarganya, sehingga bisa dilakukan penimbangan anak secara rutinitas, pemberian vitamin. Ini harus dilakukan supaya tumbuh kembang anak lebih bagus, ungkap Elvina.

Apabila stunting tidak bisa turun, kata Elvina, maka kedepan SDM daerah yang akan bermasalah dan berdampak pada generasi penerus bangsa ini. Dari beberapa program yang sudah dilakukan stunting di Kabupaten Jayapura mulai membaik. “Penurunan stunting dikabupaten ini mulai membaik, kami target tahun 2023 harus turun 3 persen dan pada tahun 2024 kami pun merencanakan turun 4 persen. Bahkan, pada bulan Agustus maupun September dalam evaluasi bersama penjabat bupati, kita sudah mencapai prevalensinya sebesar 16 persen, jadi sudah otomatis ada penurunan,” lanjut Elvina seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Ia mengungkapkan, iya telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk dapat memilah penduduk asli Papua yang mengalami stunting supaya keberpihakan dalam Otsus itu bisa dintervensi untuk diturunkan kedepan. “Harapan kita komitmen paling utama dalam penanganan stunting, tanpa ada perhatian yang serius makan masalah ini pun tidak diturunkan. Jadi semua perangkat daerah itu juga harus komitmen, bersinergi dengan kampung, distrik dan masyarakat serta tim PKK,” tuturnya.

Elvina mengaku, dari 19 Distrik, jumlah stunting paling banyak ditemukan di Distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire