Top
Begin typing your search above and press return to search.

Oknum guru diduga 'bullying' siswa, massa datangi Kantor Disdik Kediri 

Massa gabungan dari lembaga Swadaya Masyarakat, berunjuk rasa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri di Kecamatan Ngasem.

Oknum guru diduga bullying siswa, massa datangi Kantor Disdik Kediri 
X
Sumber foto: Fendi Lesmana/elshinta.com.

Elshinta.com - Massa gabungan dari lembaga Swadaya Masyarakat, berunjuk rasa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri di Kecamatan Ngasem. Massa yang datang berkisar lebih dari 50 orang ini bertujuan menyampaikan aspirasinya tentang keprihatinan terkait adanya dugaan 'bullying' yang dilakukan oleh oknum guru terhadap muridnya yang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Mereka datang dengan berorasi naik di atas mobil pick up terbuka, sambil membawa spanduk dan poster berisi kecaman bertuliskan tidak ada tempat pelaku "bullying" di lingkungan sekolah. Bullying adalah siklus yang harus diakhiri dengan cepat dan tegas. Serta spanduk berukuran besar ditenpelkan di tembok pagar bertuliskan turut berdukacita atas matinya hati nurani oknum pendidik yang tidak punya etika, tata krama dalam mendidik sampai terjadi bullying di lingkungan sekolah.

Setelah berorasi, beberapa perwakilan pengunjuk rasa kemudian ditemui oleh pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Penyampaian aspirasi mereka kemudian diterima dan akan ditindaklanjuti terkait hal itu.

"Kita sudah memanggil yang bersangkutan dan kepala sekolah, kita minta penjelasan. Nanti kita lihat peraturanya bagaimana. Tapi prinsip Dinas Pendidikan menjamin bahwa anak itu harus tetap sekolah," terang Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Fadli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Selasa (3/10).

Sementara itu orang tua wali murid yang ikut datang ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menceritakan, awal mulanya ia melihat anaknya pulang dari sekolah dalam keadaan menangis. Saat ditanya anaknya tersebut mengaku dikata-katai oleh gurunya ketika berlangsung pelajaran olahraga di lapangan.

"Itu oknum guru olahraga, kejadianya pada hari Rabu tanggal 20 September 2023. Pasca kejadian itu anak saya sering mengurung diri di kamar nggak mau sekolah. Kalau harapan saya anak bisa sekolah lagi mentalnya pulih lagi tidak mengalami trauma," kata pria asal Kecamatan Kras Kabupaten Kediri itu.

Usia berdialog massa kemudian membubarkan diri, jalanya aksi penyampaian aspirasi berlangsung kondusif dari awal hingga akhir.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire