Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemarau dan krisis air bersih, warga Desa Heuleut Majalengka gelar salat Istisqo

Ratusan warga Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melaksanakan salat Istisqo (salat memohon hujan) di lapangan sepak bola setempat, Rabu (4/10).

Kemarau dan krisis air bersih, warga Desa Heuleut Majalengka gelar salat Istisqo
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan warga Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melaksanakan salat Istisqo (salat memohon hujan) di lapangan sepak bola setempat, Rabu (4/10).

Salat Istisqo yang digelar Pemerintah Desa Heuleut ini berkaitan erat dengan musim kemarau di Kabupaten Majalengka dan krisis air bersih terparah di desa Heuleut.

Dalam pelaksanaannya, tim BPBD Kabupaten Majalengka juga turun tangan untuk mensuplai satu tanki air bersih untuk kebutuhan wudhu sebelum pelaksanaan salat Istisqo.

BPBD hadir sejak pukul 07.00 wib, untuk mengisi 5 ember besar yang digunakan warga untuk berwudhu yang disimpan di bagian belakang lapangan sepak bola Desa Heuleut.

Sementara 500 warga yang datang berduyun-duyun melaksanakan salat Istisqo bukan hanya warga setempat tapi juga ratusan pelajar SD, SMP serta dari pemerintahan Kecamatan Kadipaten.

Kepala desa Heuleut Agus Ahmad Sofyan mengatakan salat Istisqo adalah ikhtiar agar hujan segera turun karena sumur-sumur warga telah kering, khususnya di 3 RW di Desa Heuleut yang mengalami krisis air bersih.

"Ini adalah suatu ikhtiar, selain merupakan instruksi bapak bupati. Juga karena ada 3 RW di desa kami yang mengalami krisis air bersih, sehingga sumur-sumur warga telah kering," kata Agus usai melaksanakan salat Istisqo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah.

Menurutnya ada sekitar 750 warga terdampak krisis air bersih, sehingga hampir setiap hari PMI datang ke desa Heuleut untuk menyuplai air bersih.

"Tiga RW tersebut ada di tiga blok yaitu blok Blok Cikenong, Babakan Nangka, dan Dukuh Eurih," ungkap Agus.

Sementara Camat Kadipaten Sunarto, membenarkan bahwa Desa Heuleut memang sudah krisis air bersih.

"Terus terang saja sumur-sumur warga sudah tidak ada airnya, jadi ini sudah kewajiban pemerintah untuk mengajak warga melaksanakan salat Istisqo," kata Sunarto.

Selain Desa Heuleut juga ada Desa Cipaku yang sama-sama kondisinya krisis air bersih sehingga suplai air bersih masih terus dilakukan.

"Alhamdulillah, tadi, warga sangat antusias ada lebih dari 500 warga yang ikut melaksanakan salat Istisqo, dengan harapan semoga hujan segera turun," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire