Angkringan Masjid Jogokaryan sajikan menu unggulan di Festival Angkringan Yogyakarta
Festival Angkringan Yogyakarta (FAY) 2023 dihelat di Plaza Pasar Ngasem Kota Yogyakarta. Festival angkringan yang merupakan bagian dari event yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pekan perayaan HUT Kota Yogyakarta ke 267 ini berlangsung tanggal 6 – 8 Oktober 2022 mulai jam 16.00 – 22.00 WIB.

Elshinta.com - Festival Angkringan Yogyakarta (FAY) 2023 dihelat di Plaza Pasar Ngasem Kota Yogyakarta. Festival angkringan yang merupakan bagian dari event yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pekan perayaan HUT Kota Yogyakarta ke 267 ini berlangsung tanggal 6 – 8 Oktober 2022 mulai jam 16.00 – 22.00 WIB.
FAY 2023 mengangkat tema “Angkringan Sebagai Icon Kota Yogyakarta yang Berkorelasi dengan Budaya Jogja” ini bertujuan untuk mendorong potensi pasar rakyat dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif dan event pariwisata di Kota Yogyakarta. Terdapat 47 tenant angkringan dan kuliner tradisional yang ikut memeriahkan FAY 2023.
Salah satunya adalah angkringan dari UMKM binaan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang menyuguhkan menu-menu unggulanya. Harga makanan yang dijual cukup bervariasi mulai dari Rp 3 ribu dari mulai nasi, cemilan, minuman dan lain-lain.
"Menu yang saya sajikan di sini beberapa diantaranya itu adalah menu unggulan di Masjid Jogokaryan. Ada sop iga, nasi Arab dan lainnya," ujar Wahyu Sari Dewi, pedagang angkringan Masjid Jogokaryan di festival angkringan Yogyakarta, Jumat (06/10/2023).
Beberapa menu yang ia jual juga berasal dari masakan teman-temanya dan dibawa ke festival angkringan. Ia mengaku untuk pertama kalinya ikut berpartisipasi diajang Festival Angkringan Yogyakarta dan berharap bisa sukses.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan bahwa Festival Angkringan Yogyakarta yang pertama kali digelar ini ternyata di luar ekspektasi karena pengunjungnya banyak. Hal itu menunjukan bahwa angkringan itu tidak hanya sekadar menjual nasi kucing, tapi menjadi satu tempat untuk saling ketemu, diskusi dan bercerita.
“Angkringan itu tempat di mana seluruh elemen masyarakat bisa bersatu. Saya kira budaya angkringan ini menjadi salah satu budaya di Kota Yogyakarta yang harapannya terus dilestarikan. Karena dengan angkringan maka akan mempersatukan banyak orang,” katanya saat meninjau Festival Angkringan Yogyakarta.
Festival Angkringan Yogyakarta itu juga untuk membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta. Singgih membuktikan sendiri saat berkeliling dalam Festival Angkringan Yogyakarta itu, setiap angkringan pasti orang yang menikmati menu-menu di angkringan. Oleh sebab itu pihaknya berharap Festival Angkringan Yogyakarta itu akan terus diadakan dalam rangkaian HUT Kota Yogyakarta tahun-tahun berikutnya.
“Saya keliling di tiap angkringan pasti ada yang menikmati nasi kucing, sate dan sebagainya. Ini menunjukan antusias dari masyarakat. Bahkan tidak hanya warga kota tapi ada beberapa dari luar kota. Tentunya ini akan menjadi daya tarik wisata Kota Yogyakarta,” imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (9/10).
Di panggung Plaza Pasar Ngasem juga dimeriahkan oleh pentas seni budaya yang menampilkan para seniman lokal, dan live music dari seniman muda Kota Yogyakarta. Event ini juga menampilkan Kelompok Sedhut Senut yang merupakan kelompok sandiwara berbahasa jawa, yang sejalan dengan tema festival yakni berkorelasi dengan budaya Jogja baik kesenian-nya maupun teatrikal-nya.
FAY 2023 juga akan dimeriahkan dengan pembagian nasi kucing yang menjadi icon angkringan sejumlah 1.000 bungkus, akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung yang beruntung. FAY 2023 merupakan event perdana yang diharapkan dapat dilaksanakan secara kontinyu setiap tahunnya, dengan tujuan mendorong potensi pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pendukung event pariwisata di Kota Yogyakarta. Dimana hal ini diharapkan memberi multiplier effect untuk peningkatan perekonomian warga Kota Yogyakarta.