Top
Begin typing your search above and press return to search.

Peternak ayam Boyolali berinovasi hasilkan telur kaya gizi

Telur sebagai sumber protein hewani yang diminati masyarakat. Telur memiliki rasa yang lezat dan bergizi. Tahukah Anda bahwa ada beberapa hewan yang dapat menghasilkan telur, antara lain ayam, bebek, puyuh, dan lainnya.

Peternak ayam Boyolali berinovasi hasilkan telur kaya gizi
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Telur sebagai sumber protein hewani yang diminati masyarakat. Telur memiliki rasa yang lezat dan bergizi. Tahukah Anda bahwa ada beberapa hewan yang dapat menghasilkan telur, antara lain ayam, bebek, puyuh, dan lainnya.

Dari sekian hewan tersebut, telur ayam yang paling populer di kalangan masyarakat. Dalam perkembangannya, banyak para pembudidaya ayam petelur berinovasi untuk hasilkan telur yang baik.

Salah satu pembudidaya yang konsisten mengembangkan ayam petelur adalah drh. Krishandrika Immanuel Raharjo. Menurutnya, peternak ayam petelur harus mampu berinovasi agar usahanya maju.

Krishandrika yang juga Ketua Peternak Petelur Boyolali Bersatu ini menjelaskan peternak ayam petelur terus berinovasi untuk menyediakan pangan yang memenuhi kriteria "food safety" Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH).

"Kandungan gizi yang baik, meminimalisir kandungan alergen menjadi konsen peternak untuk menyajikan protein hewani murah yang kaya akan gizi," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Rabu (11/10).

Krishandrika mengatakan, beberapa bentuk inovasi telur yang ia kembangkan dan dijual antara lain telur omega dan telur bebas antibiotik.

Telur omega artinya telur yang memiliki kandungan omega 3 dan 6 yang tinggi dan berimbang. Sedangkan telur bebas antibiotik dihasilkan dari ayam yang dipelihara tanpa konsumsi antibiotik alias zero antibiotik, sebagai gantinya menggunakan bahan-bahan herbal

"Tentu saja harga telur produksi khusus ini harganya tinggi, mengingat ayam yang digunakan spesifik, serta pemilihan pakan yang khusus pula, serta perlakuan khusus yang memerlukan biaya tambahan. Akhirnya menjadi faktor variabel tambahan HPP," jelasnya.

Krishandrika mengatakan meski masih diproduksi dalam jumlah terbatas, seiring perkembangan waktu ia berharap masyarakat yang teredukasi akan meningkatkan kemampuan daya serap market produk-produk Bu unggulan yang akhirnya juga berdampak kepada kesejahteraan peternak anggota.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire