Sebanyak 790 kafilah ikuti MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Langkat
Plt Bupati Langkat Syah Afandin membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara bertempat di Desa Perkebunan Marike, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (9/10).

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat Syah Afandin membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara bertempat di Desa Perkebunan Marike, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (9/10).
MTQ ke-56 Kabupaten Langkat ini mengusung tema "Wujudkan masyarakat Qur'ani dalam bingkai keberagaman menjadikan Langkat negeri terdepan". Kegiatan ini diikuti oleh kafilah dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat dan kafilah khusus dari PT Langkat Nusantara Kepong (LNK), dengan total peserta mencapai 790 orang.
Acara ini berlangsung dari tanggal 9 hingga 13 Oktober 2023. Tidak hanya kafilah perwakilan kecamatan saja, acara pembukaan MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Langkat ini juga di saksikan oleh ribuan masyarakat yang hadir di acara pembukaan tersebut.
Plt Bupati Langkat Syah Afandin, menyampaikan MTQ adalah bagian dari pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya generasi bangsa untuk dapat menunjukkan prestasi terbaiknya di bidang keagamaan yang diharapkan memberikan dampak perilaku sebagaimana yang dikehendaki oleh Al Quran. Yakni perilaku yang terbiasa berbuat kebaikan serta perilaku yang menjauhi kemungkaran.
Oleh karenanya, lanjut pemerintah merasa sangat berkepentingan akan agenda kegiatan ini sesuai dengan visi menjadikan masyarakat Langkat yang religius. Niat baik kegiatan yang hendaknya untuk terus diikuti dengan nilai-nilai kejujuran baik oleh peserta, dewan hakim maupun kepanitiaan.
"Kita ingin Kabupaten Langkat selalu mendapat rahmat dan barokah dari Allah SWT, sebuah daerah yang jauh dari bencana daerah yang selalu Allah jadikan masyarakatnya mudah dalam memenuhi nafkah kehidupannya," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (11/10).
Untuk itulah, tegas Afandin, momentum MTQ kali ini tidak kita harapkan hanya seremonial belaka, akan tetapi harus mampu merubah mindset kita agar benar-benar muncul kesadaran menjadikan Al Quran sebagai bacaan yang wajib dibaca bagi seorang muslim dalam kesehariannya demi meraih keberkahan diri dan negeri yang kita cintai.
"Kepada seluruh masyarakat kecamatan Kutambaru terutama para pemilik pondokan tempat kafilah, dewan hakim maupun tempat panitia menginap layanilah keluarga-keluarga kita ini dengan baik, niscaya kebaikan dan keberkahan akan pula diberikan kepada bapak ibu dan keluarga," pesannya.
Kepada semua pihak yang terlibat dalam mempersiapkan dan mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini tentunya kami juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tertinggi tingginya semoga segala yang diberikan hingga selesainya acara ini seluruhnya akan tercatat sebagai ibadah," pungkasnya.