Kemenag Majalengka launching program pembiasaan bahasa asing di lingkungan madrasah
Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melaunching program pembiasaan bahasa asing bagi siswa madrasah, bertempat di Aula Hayani STAI PUI Majalengka, Selasa (10/10).

Elshinta.com - Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melaunching program pembiasaan bahasa asing bagi siswa madrasah, bertempat di Aula Hayani STAI PUI Majalengka, Selasa (10/10).
Program yang dihadiri para kepala sekolah MI, MTs dan Aliyah bertema membaca Alquran, bahasa Arab, bahasa Inggris dalam pembiasaan di lingkungan madrasah dianggap penting dilakukan agar para siswa lulusan madrasah menguasai bahasa asing dan bisa berkompetisi saat sudah terjun di masyarakat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Heru Hoerudin menjelaskan, madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bercirikan Islam yang memiliki keunggulan, diantaranya diharuskan menguasai ilmu Agama.
Menurut Heru, ilmu-ilmu agama parameter yang harus dikuasai adalah membaca Alquran, Alquran itu sebagai kitab suci dan rujukan orang beragama, sehingga jangan sampai ada lulusan madrasah tidak bisa membaca Qur'an.
"Oleh karen itu kita coba diingatkan kembali, untuk menjadikan pembacaan Alquran itu atau keterampilan dalam membaca Alquran itu menjadi prioritas di Madrasah. Sehingga tidak ada lagi cerita siswa lulus Madrasah baik MI, MTs maupun Aliyah yang belum bisa baca Alquran dengan baik.," ungkap Heru usai acara launching program pembiasaan bahasa asing bagi siswa madrasah.
Melalui program tersebut kata Heru, aplikasinya nanti semua madrasah saat akan memulai pelajaran pertma selama 15 menit mereka serentak membaca Qur'an.
Kemudian, membaca Qur'an serentak tersebut akan dibebankan pada guru yang mengajar di jam pertama, dengan 15 menit kata Heru akan dapat berapa ayat ditambah dengan penjelasan-penjelasan sederhana mengenai tajwid maupun makhrojul hurufnya.
Selain penguasaan dalam membaca Qur'an, lulusan Madrasah juga diharapkan menguasai bahasa inggris dan juga bahasa Arab.
"Karena bahasa inggris penting dalam rangka dia meniti karir mencari kerja dan lain- lain karena banyak juga di Majalengka, bukan hanya di jakarta atau Bandung, di Majalengka saja perusahaan asing mungkin saja dalam berkomunikasi membutuhkan pengantar bahasa inggris jadi penting lah bahasa inggris ini," urai Heru seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (12/10).
Selain bahasa Inggris, siswa Madrasah juga harus menguasai bahasa arab, menurut Heru selain untuk komunikasi (sebagai bahasa internasional) bahasa arab juga dipakai untuk mempelajari ilmu-ilmu agama.
"Yang namanya pengetahuan agama itu khususnya di Islam itu kan pasti berbahasa arab, kitab-kitab tafsir, kitab hadis, banyak yang berbahasa arab bahkan arab gundul. makanya karakteristik madrasah tadi yang berciri khas kan agama Islam, untuk menguasai pengetahuan agama itu modal dasarnya adalah bahasa arab," papar Heru.
Tiga progam tersebut kata dia yakni membaca Qur'an, penguasaan bahasa Inggris dan penguasaan bahasa Arab harus menjadi ultimate gold atau tujuan utama.
Sementara Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka Agus Sutisna sangat mengapresiasi program pembiasaan bahasa asing di lingkungan Madrasah.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing bagi para siswa Madrasah sangat berguna, saat ia lulus nanti akan mampu berkompetisi di masyarakat baik skala nasional maupun internasional.
Artinya ketika dunia ini menetapkan bahwa bahasa Inggris itu bahasa internasional, bahasa Arab bahasa internasional itu madrasah harus menyesuaikan sehingga nanti lulusan madrasah bisa berkompetisi di dunia bukan hanya nasional tapi juga dalam skala internasional (dunia).
"Tadi kita melihat penampilan siswa siswi Aliyah dengan beberapa kemampuan kompetensinya, dia mampu berpidato, mampu bercakap-cakap dengan bahasa asing, tadi juga ada sosio drama, dan inilah model pembelajaran yang dilakukan oleh tiap madrasah dengan harapan tujuan pendidikan berakhlak mulia, dari pembiasaan membaca alquran dapat tercapai," pungkasnya.