Semburan gas cair gegerkan warga Desa Pasirlaja, Bogor
Warga Kampung Leuwikotok Rt 02/Rw 05 Desa Pasirlaja, Bogor, Jawa Barat digegerkan dengan adanya semburan gas cair di tengah permukiman warga, tepatnya di salah satu kontrakan yang bernama kontrakan syariah Army.

Elshinta.com - Warga Kampung Leuwikotok Rt 02/Rw 05 Desa Pasirlaja, Bogor, Jawa Barat digegerkan dengan adanya semburan gas cair di tengah permukiman warga, tepatnya di salah satu kontrakan yang bernama kontrakan syariah Army. Puluhan penghuni kontrakan panik saat mengetahui adanya semburan gas cair yang keluar di sekitar tempat tinggal mereka, Kamis (12/10).Menanggapi hal itupun Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat mengambil sample air tersebut.
Pengelola kontrakan, Bimo menjelaskan semburan gas cair keluar saat dirinya mengebor tanah untuk mencari sumber air bagi kontrakan yang dikelolanya, karena tujuh sumur yang ada dikontrakan mengalami kekeringan.
"Awalnya kita ingin membuat sumur bor yang ke delapan karena tujuh sumur yang sudah ada kering semua, kita coba bor dengan kedalaman di atas 60 meter, sampai 118 meter keluar air, setelah itu kita lakukan pengurasan agar airnya bersih. Tidak disangka-sangka malah keluar semburan cairan gas yang saya sendiri tidak tahu jenisnya, akhirnya kita laporkan ke aparat setempat," tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Arif Permana.
Menindaklanjuti semburan gas itupun Dinas Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat langsung meninjau lokasi kejadian dengan didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor serta pihak Kepolisian Polres Bogor.
Heriman perwakilan Dinas ESDM wilayah Propinsi Jawa Barat mengatakan pihaknya melakukan pengecekan di lokasi semburan gas tersebut guna melakukan kandungan yang keluar dari sumur bor milik warga.
"Kami datang karena adanya aduan masyarakat tentang adanya semburan gas cair dari tanah, kita coba analisa kronologi kejadiannya, data awal bagaimana cara pengeborannya seperti apa setelah itu kita laporkan ke pemerintah pusat, karena perijinannya semua ke pemerintah pusat bukan dari pemerintah provinsi," ujar Heriman, perwakilan Dinas ESDM wilayah Propinsi Jawa Barat.
Selain itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bogor mengambil sample air di lokasi kebocoran gas hingga menimbulkan semburan dan bau gas yang menyengat mengandung gas metana di Desa Pasir Laja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Akibat kejadian itupun sedikitnya 52 jiwa mengungsi ke lokasi yang aman, diketahui pula ketinggian semburan gas tersebut hingga 20 meter nyaris mengenai atap rumah warga, beruntung semburan air dapat berhenti tepat pukul 12.00 WIB dan langsung ditutup oleh petugas.