Top
Begin typing your search above and press return to search.

MK diminta pertimbangkan keresahan masyarakat dalam putuskan gugatan usia capres/cawapres

Dia minta para hakim MK mendengar keresahan yang sekarang menggema di masyarakat, sebelum mengambil keputusan.

MK diminta pertimbangkan keresahan masyarakat dalam putuskan gugatan usia capres/cawapres
X
Sumber foto: www.fajar.co.id/elshinta.com.

Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) rencananya akan membacakan putusan gugatan mengenai batasan usia minimal capres/cawapres pada Senin (16/10). Gugatan yang disampaikan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi yang meminta batas minimal capres dan cawapres diturunkan menjadi 35 tahun dari semestinya 40 tahun, seperti diatur dalam Undang-undang Pemilu. Mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowo -Ma’ruf Amin (2019), Jay Octa menegaskan, jika MK akhirnya menerima gugatan tersebut dan Gibran bersedia menjadi cawares Prabowo, maka Indonesia akan masuk ke babak suram.

“Kalau sampai MK membuka pintu bagi Gibran untuk melenggang menjadi cawapres, dunia hukum kita sudah jungkir balik. Hukum yang mengabdi pada penguasa dan merusak tatanan demokrasi,” kata Jay Octa.

Dia minta para hakim MK mendengar keresahan yang sekarang menggema di masyarakat, sebelum mengambil keputusan.

“Kemarahan sudah merebak di mana-mana, apakah para hakim Mahkamah Konstiusi tidak mendengarnya?” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Minggu (15/10).

Jay juga mengatakan, kalau nanti Jokowi “merestui” Gibran mendamingi Prabowo dalam pilpres maka tudingan banyak pihak bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu haus kekuasaan tak terbantahkan.

“Apa yang disebut-sebut Jokowi akan membangun dinasti politik tak bisa disanggah lagi. Yang membuat rakyat marah karena cara yang ditempuh adalah mempermainkan hukum,” kata Jay.

Jay menyayangkan, Jokowi yang hampir sepuluh tahun bekerja sepenuh hati untuk kemajuan Indonesia harus mengakhiri masa jabatannya dengan menyedihkan.

“Kita semua bangga dengan kinerja Jokowi selama ini. Namun sayangnya ia tidak bisa soft landing, karena tak kuat melawaan godaan kekuasan, untuk membagun dinasti politik dengan cara yang kurang baik,” ujar dia.

Jay mengaku kecewa karena Jokowi belakangan berubah serratus delapan puluh derajat, terutama dalam hal demokratisasi.

“Kami kecewa karena dukungan yang selama ini kami berikan dikhianati. Demi melanggengkan kekuasaan dia menggunakan cara melebihi cara-cara Orde Baru. Ini merusak semangat perjuangan reformasi,” katanya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire