PT Pura Nusa Persada Kudus terbakar, 4.000 meter kubik bahan baku kertas ludes
Kebakaran hebat melanda PT Pura Nusa Persada (PT Pura Group) yang berlokasi di Jalur Pantura Kudus - Pati Km 12, tepatnya di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
.jpg)
Elshinta.com - Kebakaran hebat melanda PT Pura Nusa Persada (PT Pura Group) yang berlokasi di Jalur Pantura Kudus - Pati Km 12, tepatnya di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Api terlihat di unit Pura Box sekitar pukul 14.00 WIB pada Sabtu (14/10), yang langsung merembet gudang bahan baku kertas. Api semakin membesar dan sulit dipadamkan hingga Minggu (15/10) dini hari. Puluhan unit pemadam kebakaran milik Pemkab, sejumlah perusahaan di Kudus dan Pati termasuk juga kendaraan water canon milik Polres Kudus, Pati dan Brimob Pati.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji mengatakan informasi yang diterima oleh pihak BPBD, api berasal dari Unit Pura Box lalu merembet ke barat ke gudang bahan baku kertas. Api kemudian merambat ke bagian depan ke 2 unit gudang ,karena faktor angin kencang serta matrial kertas yang mudah terbakar membuat api semakin membesar.
"Kita kerahkan 3 unit pemadaman dari BPBD bersama damkar dari sejumlah perusahaan dan water canon milik Polres Kudus dan Pati tetapi api sulit dikendalikan sampai lebih dari 12 jam. Bahkan sampai hari ini masih dilakukan pendinginan", katanya, Minggu (15/10).
Dijelaskan, terbakarnya gudang perusahaan kertas ini membuat kertas rol siap jual dan kertas bahan baku di dalam gudang dan luar gudang sekitar 4000 Meter Kubik ludes. Untuk kerugian masih proses penghitungan namun diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Ia menambahkan, saat ini masih berlangsung pemadaman yang diperkirakan pemadaman berlangsung hingga beberapa hari kedepan.
Senada, Kasat Samapta Polres Kudus AKP Ngatmin menyampaikan personil polres Kudus dikerahkan membantu memadamkan api yang membakar PT Pura Nusa Persada Kudus.
"Namun, banyaknya bahan baku yang mudah terbakar dan kencangnya angin membuat api sulit dipadamkan bahkan sampai dini hari personil masih berjibaku di lokasi.," ujar Ngatmin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.