Top
Begin typing your search above and press return to search.

Belasan warga keracunan diduga usai menyantap makanan di acara Maulid Nabi

Belasan warga di Kampung Cibening, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan usai menyantap makanan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Belasan warga keracunan diduga usai menyantap makanan di acara Maulid Nabi
X
Sumber foto: Angga Purwanda/elshinta.com.

Elshinta.com - Belasan warga di Kampung Cibening, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan usai menyantap makanan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Para korban sudah dibawa dan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat karena mengalami gejala pusing, muntah dan diare terus menerus.

Korban keracunan, Lukman (51) mengungkapkan dirinya mengalami gejala pusing, muntah dan diare setelah menyantap nasi beserta lauknya olahan daging domba yang dibagikan penyelenggara acara Maulid Nabi, Jumat (13/10).

"Acaranya Maulid Nabi kemarin malam (Kamis), karena ada kelebihan nasi dan lauknya olahan daging domba pihak panitia kembali membagikannya ke warga tadi pagi (Jumat)," kata Lukman seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Angga Purwanda, Senin (16/10).

Tidak berselang lama usai menyantap nasi itu, kata Lukman, langsung bereaksi dan merasakan gejala pusing, muntah disertai diare yang tidak berhenti.

"Awalnya ada gejala pusing dan sesak napas, lalu muntah. Bahkan disertai diare yang terus menerus sehingga harus bolak balik ke WC," jelasnya.

Setelah merasakan gejala keracunan itu, lanjut Lukman, dirinya berinisiatif untuk pergi ke puskesmas. Sesampainya di puskesmas ternyata tidak hanya dirinya yang merasakan gejala keracunan, tapi juga sudah ada beberapa warga tetangganya yang lebih dulu dibawa ke puskesmas karena merasakan gejala serupa dengan dirinya.

"Bahkan, ada beberapa warga yang dibawa ke puskesmas oleh pihak RT karena kondisinya ada yang sampai pingsan," ujarnya.

Sementara itu Survailen Puskesmas Cibeber Wahyudin, menyebutkan tercatat ada 14 korban keracunan massal, dengan tiga diantaranya merupakan anak-anak.

"Dari 14 korban, empat diantaranya rawat jalan dan 10 orang ditangani di puskesmas. Yang dibawa ke puskesmas langsung diberikan penanganan dengan infus dan diberi obat," kata Wahyudin.

Wahyudin mengatakan keracunan tersebut diduga sebabkan olahan daging kambing. Sebab beberapa orang yang ikut makan paket nasi yang dibagikan usai kegiatan Muludan tersebut tidak mengalami keracunan.

"Dugaan sementara karena daging kambing. Karena ada dua warga yang hanya makan nasi dan lauk lainnya tidak keracunan. Korban semuanya keracunan usai makan daging kambing," tuturnya.

Pihak puskesmas, sambung Wahyudin sudah mengamankan sampel makanan dan muntahan dari korban. "Daging kambing yang belum dihangatkan, yang sudah dihangatkan, dan sampel muntahan sudah kami bawa untuk diuji labolatorium untuk memastikan penyebab keracunan massal," pungkasnya.

Sebelumnya, keracunan massal juga terjadi di Cianjur. Puluhan warga Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat alami keracunan usai menyantap hidangan saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (1/10).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire