474 pendayung ikuti lomba jukung tradisional di Banjarmasin
Sebanyak 474 pendayung mengikuti lomba balap jukung atau perahu tradisional pada acara festival dayung di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 18-19 Oktober 2023.\r\n
Beberapa tim pendayung mulai mengambil titik start untuk melakukan pemanasan pada kegiatan Lomba Jukung Tradisional di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (18/10/2023). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)Elshinta.com - Sebanyak 474 pendayung mengikuti lomba balap jukung atau perahu tradisional pada acara festival dayung di Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 18-19 Oktober 2023.
“Kami ingin Banjarmasin sebagai kota seribu sungai menunjukkan eksistensinya mengenalkan pariwisata melalui kegiatan olahraga dayung tradisional,” kata Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Banjarmasin, Rabu.
Dia menuturkan perlombaan balap jukung tradisional itu menjadi momentum Kota Banjarmasin ditonton oleh masyarakat luar daerah bahkan ke kancah nasional hingga mancanegara.
“Jukung tradisional harus kita lestarikan karena bagian dari budaya Kota Banjarmasin, termasuk juga sungai merupakan budaya kita sejak dahulu,” ucapnya.
Ibnu Sina menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berkomitmen mendukung kegiatan olahraga tradisional seperti lomba jukung, bahkan pemerintah setempat terus melakukan penjaringan bibit atlet dayung yang berpotensi untuk dibina.
Pemkot Banjarmasin juga membina para pendayung tradisional merakit perahu yang digunakan untuk berbagai kegiatan. Sementara itu, Kabid Olahraga Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin Roenissa mengatakan lomba jukung tradisional dirangkaikan dengan festival jukung.
Dia menyebutkan dari total 474 peserta itu terdiri dari dua kategori diantaranya lomba dayung diikuti 64 tim dan perahu naga diikuti 15 tim, masing-masing tim berjumlah enam orang. Roenissa mengungkapkan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap akhir tahun, dengan harapan jukung tradisional tidak punah seiring berkembangnya zaman.
Pemenang lomba dua kategori mendapatkan hadiah uang tunai secara berurutan mulai dari juara satu hingga juara lima dengan besaran masing-masing senilai Rp10 juta, Rp9 juta, Rp8 juta, Rp7 juta, dan Rp6 juta. Menurut dia, banyak atlet dayung berpotensi di daerah seribu sungai itu, apalagi dua atlet Indonesia asal Banjarmasin yang mengikuti Sea Games beberapa waktu lalu mendapatkan medali emas dan perak.
“Kita ingin dayung tradisional ini tidak punah, kita akan lakukan berbagai cara untuk melestarikan, misalnya mengkader para penggiat dayung sebagai atlet profesional,” ujarnya pula.




