Jam'iyah Batak Muslim Indonesia ikrar merajut keberagaman dihadiri Wapres
Puluhan ribu orang padati Gedung Serbaguna Pemprov Sumut di acara Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara, Kegiatan ini bertujuan menjalankan komitmen sebagai organisasi masyarakat yang mengambil syiar agama Islam dalam bingkai kebangsaan, kegiatan suku dan budaya.

Elshinta.com - Sekda Kabupaten Langkat, Amril mewakili Plt Bupati Langkat, menghadiri kegiatan Ikrar Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) "Merajut Keberagaman Nusantara dengan Semangat Falsafah Pancasila dan Spirit Dalihan Na Tolu", bertempat di gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Kamis (19/10).
Puluhan ribu orang padati Gedung Serbaguna Pemprov Sumut di acara Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara, Kegiatan ini bertujuan menjalankan komitmen sebagai organisasi masyarakat yang mengambil syiar agama Islam dalam bingkai kebangsaan, kegiatan suku dan budaya.
JBMI berkomitmen menjaga kesatuan bangsa, meningkatkan literasi budaya, keislaman dan kebangsaan, demi terwujudnya indonesia yang kuat dan tangguh.
Ketua Umum Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Arif Rahmansyah Marbun mengatakan, merajut keberagaman dengan semangat Pancasila dan spirit Dalihan Na Tolu untuk Nusantara. JBMI berkomitmen menjaga kesatuan bangsa, meningkatkan literasi budaya, keislaman dan kebangsaan, demi terwujudnya indonesia yang kuat dan tangguh.
"Kegiatan ini kami lakukan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan jajaran, Kodam I/BB dan jajaran , Polda Sumatera Utara serta lintas suku dan ormas juga kita rangkul sehingga Sumatera Utara ini merupakan miniaturnya Indonesia "Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya.
Pj Gubrnur Sumatera Utara Hassanudin mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berterimakasih atas terselenggaranya ikrar yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin beserta istri Wury Estu Handayani Ma'ruf Amin.
"Kegiatan yang di selenggarakan JBMI hari ini kita sama-sama saksikan dengan bertujuan untuk memantapkan persatuan yang ada di Nusantara, keberagaman tidak menjadi perbedaan dan batas antara kita, namun harus menjadi pemersatu atas perbedaan, saling menghormati, menghargai bagi kita sesama anak bangsa," ujarnya
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Kegiatan Merajut Keberagaman Nusantara bertepatan hari pertama dilakukan pendaftaran bakal calon Presiden dan bakal calon Wakil Presiden yang akan di pilih mendatang. Ikrar ini dibuat demi menjaga keutuhan bangsa dari beragam suku dan budaya yang ada di bumi Indonesia.
Menurutnya tantangan Indonesia saat ini adalah dampak negatif dari teknologi sehingga luntur nilai-nilai leluhur yang menjadi identitas nilai berbangsa. "Masyarakat masih banyak belum mengerti tentang kebebasan dan berekspresi di ruang publik sehingga masih banyaknya terjadi berita hoaks di media sosial. JBMI harus proaktif sebagai penjaga NKRI, rawat nilai-nilai luhur Pancasila, NKRI serta kesatuan dan persatuan nasional," kata Wapres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Jumat (20/10).