Tessa Mariska Soroti minimnya perempuan terjun ke politik
Mantan penyanyi dangdut, Tessa Mariska menyoroti minimnya perempuan yang terjun ke dunia politik.

Elshinta.com - Mantan penyanyi dangdut, Tessa Mariska menyoroti minimnya perempuan yang terjun ke dunia politik.
Menurutnya, hingga saat ini keterwakilan perempuan yang duduk di lembaga penyelenggara pemilu maupun partai politik masih belum mencapai 30 persen.
Hal itu dikatakannya usai diskusi publik "Benarkah Moeldoko-Gibran Terobosan Terbaik Pilpres di Mata Profesional, wartawan, selebriti dan Pegiat Media Sosial?", Sabtu (21/10).
Lebih lanjut Tessa mengatakan ada beberapa alasan mengapa perempuan enggan terjun ke politik. Salah satunya karena kebanyakan partai politik menjadikan perempuan sebagai pelengkap syarat agar parpol bisa lolos sebagai peserta pemilu.
"Saya lihat partai partai yang meletakkan calon-calon [caleg] di nomor tidak bagus. Rata rata bukan dinomor satu. Dia (perempuan) hanya untuk pelengkap untuk mencapai 30 persen, ujar Tessa kepada Elshinta.com saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan.
Alasan lain, kata dia, sulitnya syarat materil maupun formil dari partai politik. Sementara kaum perempuan sendiri disibukkan dengan pekerjaan rumah.
"Karena kita meninggalkan dapur, meninggalkan rumah tangga dan meninggalkan anak untuk mengurus administrasinya susah tidak seperti laki-laki yang pergi pagi pulang malam tidak masalah," terangnya.
Selain itu, kata dia, perempuan sudah terlebih dulu takut kalah dengan kaum lelaki.
Karenanya, sangat menyayangkan jika kaum perempuan yang terjun ke politik sangat sedikit akan sulit untuk memperjuangkan dan mengangkat isu perempuan.
"Kalau kita (perempuan) tidak bergerak keterwakilan kita di DPR RI, bagaimana menyuarakan suara-suara wanita. Kita harus banyak di sana (DPR RI)," jelasnya.
Selain itu, Tessa juga menyoroti terkait perkembangan Pemilu. Pasalnya, tidak ada artis maupun pekerja seni ikut dalam kontestasi Capres-Cawapres di Pilpres 2024.
Padahal, kata dia, banyak pekerja seni yang sudah teruji memimpin dengan menjadi kepala daerah, anggota dewan dan jabatan penting lainnya.
“Kenapa kita nggak memunculkan salah satu kalangan artis, alangkah berharapnya kita kalau 02 (Wapres)-nya artis,” harapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Senin (23/10).