Gelar Konferensi Nasional VIII, FKUB diharapkan sukseskan Pemilu 2024
Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) se Indonesia menggelar Konferensi Nasional VIII FKUB Tahun 2023 di Papua, Senin (23/10/2023).

Elshinta.com - Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) se Indonesia menggelar Konferensi Nasional VIII FKUB Tahun 2023 di Papua, Senin (23/10/2023).
Kegiatan Konferensi Nasional VIII FKUB dibuka oleh dikatakan Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo yang dihadiri Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelengsir Agung Putra Sukahet, Ketua FKUB Papua, Pdt Lipiyus Biniluk, Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, Sekda Kabupaten Jayapura dan pejabat lainnya yang berlangsung di Hotel Suni Sentani.
Wamendagri John Wempi Wetipo meminta semua FKUB hendaknya bisa menjalankan tugasnya dengan baik karena Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) adalah forum yang dibentuk oleh masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara serta memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan di Indonesia.
Dikatakan FKUB harus mampu memperkuat peran dengan melakukan pemetaan permasalahan yang berlatar belakang keagamaan, kebudayaan dan lainnya. “FKUB yang dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota bertujuan memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (24/10).
Dengan adanya pesta demokrasi dalam hal ini Pemilu Serentak 2024 maka FKUB diharapkan bisa membantu mensukseskan pemilu agar semua berjalan sukses, aman, lancar dan damai di Tanah Papua. Oleh karena itu, kepada semua pemuka agama, tokoh agama yang tergabung dalam FKUB harus bisa membantu pemerintah dalam mensukseskan pemilu nanti.
“FKUB membantu aparat keamanan dalam menjaga Kamtibmas supaya FKUB bisa memberikan pemahaman kepada masing masing umatnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan, melalui Konferensi Nasional VIII FKUB 2023, merupakan hal yang sangat penting dan strategis bukan untuk semua wilayah dan bukan bagi Papua saja, tetapi penting untuk NKRI dan sesama anak bangsa.
"Jadi semua tokoh beragama semangat berbicara bagaimana menjaga NKRI karena saya sampaikan dari Sabang sampai Merauke ini harga mati maka kerukunan antar umat beragama juga harga mati,” jelasnya.
Dikatakan Agung, tanpa kerukunan umat beragama tak akan terjaga dengan baik keamanan daerah itu dan kami yakin kedamaian tidak akan ada dan tugas aparat negara baik itu Pangdam, Kapolda mereka tak bisa menjamin keamanan dan kerukunan anak umat beragama di Tanah Papua sekalipun aparat mempunyai senjata dan lainnya.
“Apakah aparat keamanan bisa menjamin kerukunan tetap terjaga, termasuk gubernur apakah bisa membangun Papuq jika kerukunan terganggu diserah,” katanya.
Oleh karena itu, semua harus bisa sama-sama saling membangun sinergi dan kerukunan antar umat beragama harus terjaga baim keamanan dan pembangunan," jelasnya.
Di tempat yang sama Pj Gubernur Papua M.Ridwan Rumasukun mengungkapkan apresiasi kepada FKUB atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah Provinsi Papua, dimana Papua dipercaya bisa melaksanakan Konferensi Nasional VIII FKUB Tahun 2023 semoga konferensi ini bisa berjalan sukses dan lancar, kegiatan seperti ini kalau bisa dilaksanakan berkali kali, karena ini kegiatan ini sangat penting dan strategis.
“Diharapkan FKUB tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah,” ucapnya.