Warga Desa Jrahi dan Giling nikmati BBM berkualitas di Pertashop
Proses pembangunan Outlet Pertamina Shop (Pertashop) terus digalakkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan PT Pertamina (Persero) demi mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa.

Elshinta.com - Proses pembangunan Outlet Pertamina Shop (Pertashop) terus digalakkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan PT Pertamina (Persero) demi mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa.
Dimana, ditarget ada 40 ribu Outlet Pertashop hingga tahun 2024 sebagai lembaga penyalur resmi BBM, LPG, pelumas, dan produk ritel Pertamina berskala kecil yang digalakkan di desa-desa seluruh Indonesia, diharapkan masyarakat dapat menikmati energi berkualitas dengan akses yang lebih mudah.
Program ini cukup membantu warga didaerah terpencil yang keberadaan SPBU reguler cukup jauh bahkan sampai harus naik turun pegunungan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Keberadaan BBM berkualitas serta mudah didapat menjadi angin segar. Inilah yang dirasakan oleh warga Desa Jrahi dan Desa Giling Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Desa yang terletak disisi timur pegunungan Muria ini berjarak 15 kilo meter ketika harus ke SPBU reguler di Desa Sendangrejo dan di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu maupun ke SPBU di Desa Ngablak Kecamatan Cluwak. Saat membeli BBM eceran, selain harga mahal juga BBM sudah dicampur sehingga menurut warga justru pemborosan.
Hadirnya Pertashop 4P.59130 diperbatasan Desa Jrahi yang merupakan Desa Wisata yang mulai banyak dikunjungi warga tidak hanya warga sekitar juga dari luar daerah untuk melihat keindahan alam dan Desa Giling yang merupakan Desa Sentra Durian terdapat 4 hektare lebih kebun durian, menjadi pilihan utama bagi warga untuk mendapatkan BBM. Tingginya minat masyarakat dalam menggunakan BBM berkualitas non subsidi tersebut, terbukti dengan tingkat penjualan yang rata-rata setiap hari mencapai 700 liter sampai 1000 liter.
Pertashop milik Gigih Sumarsono warga Desa Giling Kecamatan Gunung Wungkal sangat mendukung perkembangan perekonomian di Desa tersebut, baik dari sisi pemerataan BBM berkualitas yang menjangkau hingga ke Pelosok Desa, maupun dari sisi tenaga kerja dengan memberdayakan warga sekitar.
Gigih kemudian memanfaatkan lahan milik keluarganya yang berada di pinggir jalan utama akses ke Desa Wisata Jrahi. Lahan tersebut cukup strategis karena kawasan sekitarnya berupa perbukitan dan sawah terasering dengan pemandangan yang indah. Ia kemudian mengajukan permohonan pendirian Pertashop ke Pertamina.
"Jarak Pertashop dengan SPBU cukup jauh yakni sekitar 15 km sehingga pengajuan kami mendapat respon positif. Saya lalu melengkapi persyaratan dengan meminta perizinan dari warga dan pemerintah desa setempat. Kebetulan, kami sudah memiliki badan usaha untuk mendirikan Pertashop. Selama satu tahun beroperasi, sudah ribuan warga utamanya petani, pedagang kecil yang memanfaatkan membeli BBM kesini,” katanya, Senin (23/10).
Konsumen BBM di Pertashop Desa Giling ini rata-rata petani, pedagang kecil, peternak maupun wisatawan lokal yang berwisata ke Desa Jrahi. Seperti, Katini warga Desa Jrahi mengaku terbantu dengan adanya Pertashop di dekat desanya karena tidak harus ke SPBU yang cukup jauh. "Seneng banget bisa dapat BBM berkualitas tidak jauh dari rumah. Beli BBM disini Rp. 20 ribu dapat lumayan banyak, kalau beli eceran 20 ribu dapat sedikit itupun dicampur. Padahal BBM sangat penting untuk antar anak sekolah ,kulakan ke pasar," tutur pedagang warung makan ini.
Senada, Jono warga dukuh Nglorah Desa Jrahi merasa terbantu dengan adanya Pertashop. Menurutnya, meski hidup di Desa, warga sudah pintar dalam memilih BBM berkualitas makanya memilih jenis Pertamax karena lebih irit dan awet di mesin sepeda motor. "Meski motor jelek, saya tetap pakai Pertamax. Soalnya lebih irit dibandingkan Pertalite. Untuk mesin juga awet enak tarikannya", ungkap warga yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani.
"Saya itu kalau beli " bensin" pasti Pertamax tidak mau Pertalite. Motor saya meski "butut" pakainya Pertamax karena lebih irit dan awet. Setiap dua hari beli Rp. 10 ribu untuk "ngarit" angkut pakan ternak. Saya juga pakai Pertamax untuk mesin traktor, mesin pemotong rumput. Pakai Pertamax lumayan irit", ujar Wahyono seorang petani warga Desa Giling.
Sementara itu, keberadaan Pertashop 4P.59130 mampu memberdayakan warga sekitar menjadi karyawan Pertashop dan membuka usaha kecil-kecilan. Ada dua orang karyawan yang bekerja secara bergantian. Sebab Pertashop beroperasi dari Pukul 06.30 WIB sampai 20.00 WIB. "Saya sudah satu tahun bekerja disini sejak adanya Pertashop", ungkap Lina Istanti. Ia menuturkan setiap hari penjualan Pertamax cukup ramai bahkan dari mulai buka pukul 5.30 WiB sampai jam 13.00 WIB atau saat pergantian shift dengan temannya, penjualan Pertamax bisa mencapai 500 liter bahkan lebih. Tingginya penjualan juga karena ada beberapa warga yang beli untuk dijual kembali secara eceran.
"Dulu kalau malam lewat kawasan sini sepi takut, sekarang mulai ramai ada yang buka warung angkringan. Pemilik Pertashop juga sudah mulai bangun tempat yang akan dipergunakan untuk usaha aneka permainan anak. Jadi, nanti disini akan tambah ramai dan banyak warga yang bisa ikut bekerja. Seneng rasanya", ungkap gadis lulusan SMK ini.
Brasto Galih Nugroho Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengungkapkan program Pertashop diperuntukkan khususnya untuk daerah-daerah perdesaan atau yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Keunggulan usaha tersebut adalah ukuran instalasi yang tidak terlalu besar sehingga mampu menembus pedalaman. Program Pertashop diusung dalam program One Village One Outlet (OVOO) yang membuat satu desa atau kecamatan tersedia Pertashop.
Brasto mengatakan, Pertamina Patra Niaga sedang gencar sosialisasi agar Pertashop menambahkan bisnis selain non-fuel retail (NFR) atau bisnis non-BBM ritel di dalam Pertashop mereka. Bisnis NFR antara lain mini market, tambal ban nitrogen, jasa ekspedisi, kafe, atau bisnis lainnya selama memenuhi aspek keselamatan.