Anggaran perbaikan kerusakan infrastruktur di Aceh Utara akibat banjir capai Rp153 miliar
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara membutuhkan anggaran sebesar Rp153 miliar untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur akibat banjir pada pada 9 Oktober 2023.

Elshinta.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara membutuhkan anggaran sebesar Rp153 miliar untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur akibat banjir pada pada 9 Oktober 2023. Sebab, banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur pada pembangunan jembatan, jalan dan tebing sungai.
Berdasarkan laporan kerusakan kerusakan bangunan dari data Dinas PUPR Aceh Utara ada ada puluhan bangunan yang rusak berat, sedang dan ringan akibat banjir dan longsor terdapat di Kecamatan Samudera, Nibong, Tanah Luas, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Meurah Mulia, Matangkuli, Paya Bakong, Lhoksukon dan Sawang.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Mulyadi, mengatakan kerusakan yang paling parang yakni bangunan pilar jembatan rangka baja yang terdapat di Kecamatan Sawang. Adapun penanganan yang harus dilakukan dengan pengantian jembatan rangka baja dengan anggaran dibutuhkan mencapai Rp 50 miliar.
Sementara, di Kecamatan Tanah Luas bangunan yang rusak yakni putusnya seling di jembatan gantung di Gampong Alue Keujreuen dengan anggaran penanganan mencapai Rp 2,5 miliar. Untuk kecamatan lain rata-rata bangunan yang rusak berupa jebolnya bendungan irigasi dan tebing sungai.
“Ini hasil inventaris tim teknis Dinas PUPR Aceh Utara per 11 Oktober 2023 mengenai kerusakan akibat banjir dan laporan ini masih bersifat sementara,” pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Rabu (25/10).