Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cerita jelang Konser 35 Tahun, KLa Project yang masih gondrong dan energik

Band legendaris, KLa Project akan menggelar konser bertema 'Harmoni Cahaya'. Band ini akan membawakan 27 lagu yang hits di belantika musik Tanah Air.

Widodo
Cerita jelang Konser 35 Tahun,  KLa Project yang masih gondrong dan energik
X
KLa Project yang masih gondrong dan energik. (foto-foto: ist)

Elshinta.com - Band legendaris, KLa Project yang terdiri dari Katon Bagaskara (vokal, bass, gitar), Lilo (Romulo Radjadin) (gitar, vokal), Adi Adrian (keyboard, piano, synthesizer) akan menggelar konser bertema 'Harmoni Cahaya'. Band ini akan membawakan 27 lagu yang hits di belantika musik Tanah Air.

Konser yang akan diselenggrakan di Tenis Indoor Senayan, Selasa, 31 Oktober 2023 ini disampaikan oleh ketiga personel band tersebut pada elshinta.com saat berlatih untuk persiapan konsernya.

"Konser ini mengetengahkan perjalanan panjang kami selama 35 tahun, yang tak terbayangkan sebelumnya. Rasanya, tak hanya kami bertiga yang ingin melakukan selebrasi, tapi juga dengan para penggemar kami," ujar kibordis KLa Project, Adi Adrian, Kamis (26/10/2023).

Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara mengakui bahwa keterlibatan penggemar dalam menyaksikan konser secara langsung, menunjukkan kebersamaan yang kerapkali memberi energi dan semangat baru.

“Kami bertiga tumbuh bersama, berkesenian dalam kombinasi situasi yang melibatkan emosi penonton. Kami tak hanya mainin musik, tapi kami memotret perjalanan hidup setiap manusia yang tumbuh bersama kami,” terangnya.

Sebagai balasan, untuk memuaskan para KLanis, sebutan untuk para penggemar KLa Project dan penikmat musiknya, maka acara akan dikemas dengan konsep yang lebih istimewa bertemakan 'Harmoni Cahaya'. Lebih dari yang pernah terjadi saat konser ulang tahun KLa Project lainnya.

"Yaa… KLa Project sudah 35 tahun! Tapi kami masih gondrong,” kata Romulo ‘Lilo’ Radjadin, sang gitaris maskulin yang kerap nyeleneh ini. Kami masih energik. Rasanya kami masih related dengan Gen z,” tegas keyboardist jenius, Adi Adrian.

Bicara soal tema "Harmoni Cahaya" ketiga personel tak banyak bercerita. Bagi mereka, sebuah konsep tak harus dinarasikan. Cukup dirasakan.

"Kalau diceritakan, nggak seru. Jadi tonton aja sampai habis. Rasakan feel-nya, kalau mengena, pasti akan komentar, waow ini toh maksudnya," kata Adi.

"Tapi kalau tidak, misalkan ada yang komentar, oo gini ajah nih! Buat kami gak masalah, kami siap dengan komentar apa pun," tambah vokalis Katon Bagaskara.

Di konsernya nanti, Kla Project juga membuka kolaborasi dengan penyanyi dan musisi lain. Namun mereka tak ingin membuka siapa saja musisi yang akan berkolaborasi.

"Kalau kita omongin di sini ga surprise lagi dong. Biar nanti jadi kejutan. Sama seperti pada kami sebelumnya, kami tidak memberi tahu," ujar Adi.

Bagi Adi konser 35 tahun KLa Project saat ini memang beda. Kini mereka sudah jauh lebih matang. Konsep yang dibawakan nanti juga bakal lebih menyatu dengan KLanis yang merasakan selama mereka berkarir di dunia musik. KLanis juga akan mengingat moment di mana pertama kali mereka menggelar konser tunggal.

"Kita berani mengklaim bahwa kita adalah band dalam negeri yang berani bersaing dengan band-band luar negeri dalam hal konser di gedung plenary dengan harga tiket yang lumayan mahal, satu jutaan hingga tiga jutaan. Belum ada saat itu, awal 2000-an, band dalam negeri yang berani pasang harga tinggi, baru kita saja," tegas Adi.

Menurut Adi, kala itu KLa Project memang ingin tahu seberapa besar apresiasi penonton Indonesia kepada band atau musisi dalam negeri. "Kita sih pengin lebih dihargai saja. Jadi harga tiket konser kita gak jauh-jauh dari band-band luar negeri yang datang konser di Indonesia. Meski begitu toh bisa sold out juga tiketnya," kata Adi.

Berlatar Kla Project, kata Adi, barulah musisi-musisi dalam negeri mulai berani mematok harga tiket dengan lumayan dan konser di gedung Plenary Hall.

Saat ini saja, tiket yang terjual habis meliputi kategori Super VIP seharga Rp2,4 juta, VIP seharga Rp1,5 juta, Gold seharga Rp1 juta, Silver seharga Rp750 ribu, Super Festival seharga Rp600 ribu, dan Festival seharga Rp500 ribu.

KLA Project akan menggelar konser di Tenis Indoor Senayan, Selasa, 31 Oktober 2023. Dalam latihan terakhir mereka di kawasan Pasar Minggu, Kamis ( 26/10/2023) ketiga musisi kawakan ini tampak masih enerjik.

Usia yang sudah tidak muda lagi, tidak menyurutkan semangat para personel grup band ini. "Kami masih gondrong dan masih tetap enerjik kan," kata Lilo kepada wartawan.

Para personel yang kompak sejak awal berdirinya pada 23 Oktober 1988 yakni Katon Bagaskara, Lilo dan Adi Adrian ini mengaku bakal menerbar harmoni bertabur cahaya. Lewat konser “Harmoni Cahaya” ketiga musisi jenius ini yakin bisa membius Klanis (penggemar fanatik KLa Project) tak hanya yang setia dari era awal KLa Project berkarir tapi juga Klanis gen z saat ini.

Tiket pre-sale konser selebrasi 35 tahun KLa Project sudah sold out. Pencapaian ini hanya dalam waktu kurang dari 2 hari, setelah tiket dijual secara online via ‘my ticket’, sejak 1 Oktober lalu.

KLa Project adalah nama kelompok musik pop Indonesia yang berdirinya dipelopori oleh Katon Bagaskara, Lilo (Romulo Radjadin), Adi Adrian dan Ari Burhani pada 1988.

Genre musik band ini, New waveprogresif popelektroniksynthpop dan tetap aktif hingga kini. (Dd).

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire