Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jembatan Kaca Kampung Tridi – Warna-warni ditutup

Dinas Pariwisata Kota Malang yang membina kampung warna-warni dan kampung tridi lakukan penutupan akses jembatan kaca baik dari kampung tridi maupun warna-warni yang dikabarkan alami keretakan.

Jembatan Kaca Kampung Tridi – Warna-warni ditutup
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Pariwisata Kota Malang yang membina kampung warna-warni dan kampung tridi lakukan penutupan akses jembatan kaca baik dari kampung tridi maupun warna-warni yang dikabarkan alami keretakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang, Jawa Timur, Baihaqi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan baik oleh pihaknya maupun Dinas PUPR ditemukan adanya keretakan pada struktur bangunan jembatan kaca yang berada di atas Sungai Brantas yang menghubungkan Kampung Tridi dan warna-warni sepanjang 5 cm.

“Dari kajian antara Dinas Pariwisata dan PUPR yang punya kompetensi melihat dan memeriksa memang ada keretakan bangunan penyangga jembatan kaca kurang lebi 5 cm namun guna melihat tingkat bahaya DPUPR hingga 10 cm sampai melihat ketulangannya,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk masukan dari Pj.Wali Kota Malang maka diambil langkah-langkah.

“Dan jembatan kaca ditutup selama masa observasi dan perbaikan. Tentu saja penutupan ini telah disosialisasikan ke masing-masing Pokdarwis baik Kampung Warna-warni dan Tridi.” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (28/10).

Soal batas waktu penutupan Jembatan Kaca, Baihaqi mengaku belum bisa memprediksi kapan jembatan kaca yang selesai dibangun 7 Oktober 2017 dengan panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter tersebut akan dibuka kembali.

“Belum tahu namun selama observasi dan perbaikan ditutup, Selasa (31/10) kita baru rapat tehnis,” tandas Baihaqi.

Sebelumnya Ketua RW Kampung Tridi, Adnan membenarkan adanya keretakan pada bangunan penyangga jembatan kaca dari sisi Kampung Tridi.

"Sudah dilaporkan 1,5 bulan lalu, kita harapkan Pemkot.Malang ambil langkah cepat yang pasti ada keretakan di ujung jembatan dan secara umum bangunan masih aman hanya saja kita batasi beban yang biasanya bisa menahan 100 orang menjadi 20 orang,” ungkap Adnan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire