Festival Kuliner Multi Etnis dapat sambutan antusias masyarakat
Sebanyak 1.600 porsi makanan khas daerah yang ada di Nusantara seperti India, Mandailing Natal, Sumatera Utara dan Minang yang disediakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) multi etnis, habis dalam waktu satu jam.

Elshinta.com - Sebanyak 1.600 porsi makanan khas daerah yang ada di Nusantara seperti India, Mandailing Natal, Sumatera Utara dan Minang yang disediakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) multi etnis, habis dalam waktu satu jam.
Makanan khas daerah sengaja disiapkan bagi warga yang datang ke acara Festival Kuliner Multi Etnis di kawasan GOR Agussalim Padang, Minggu (29/10).
Makanan khas Mandailing Natal yang ditampilkan pada iven pariwisata itu seperti Galamai, Pucuk Ubi tumbuk (Silalat Duda) dan Lontong Medan, Sumatera Utara.
Kemudian ada empek-empek Palembang, Sumatera Selatan, Bubur Ayam Jakarta, Roti Jala, Melayu, Provinsi Riau. Sedangkan, makanan khas Minang yang ditampilkan yaitu Soto Padang.
Festival Kuliner Multi Etnis ini digelar Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar atas dorongan anggota DPRD Sumatera Barat Hidayat.
Anggota Komisi V Hidayat, yang bermitra dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar ini mendorong Dinas Pariwisata menggelar Iven itu sebagai upaya merekatkan suku bangsa yang ada di Sumatera Barat yang selama ini berjalan harmonis.
"Suku bangsa yang multi etnis, perlu dijaga agar tetap hidup rukun dan harmonis," sebut Hidayat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthafa, Senin (30/10).
Kegiatan tersebut sebagai wadah untuk merekatkan keberagaman untuk mengentalkan toleransi yang ada di Sumbar, melalui produk kebudayaan yaitu kuliner.
"Momen ini terjadi proses komunikasi dan interaksi antar lintas etnik dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pemahaman melalui diplomasi produk kebudayaan kuliner. Yang kita harapkan adalah mereka saling menghargai, saling menghormati produk produk khas kebudayaannya di sektor kuliner," ujar Hidayat.
Ia mendorong Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, iven yang dilaksanakan perdana ini dilaksanakan rutin setiap tahun, karena animo masyarakat sangat tinggi. Iven selanjutnya diadakan lebih besar dan meriah karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi bagi pelaku UMKM.
Sementara itu, acara ini mendapat sambutan positif dari kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Luhur Budianda. Kenapa tidak, iven pariwisata yang dikemas melalui festival kuliner multi etnis dapat dinikmati masyarakat.
Luhur Budianda mengatakan, Iven ini merupakan lanjutan iven yang dilaksanakan Sabtu (21/10) lalu. Saat itu festival yang dilaksanakan adalah festival multi etnis.
Festival Multi Etnis dengan menampilkan seni pertunjukan multi etnis yang ditampilkan mulai dari Tari Merak dan Sisingan Paguyuban Warga Sunda, Kesenian Gordang 9 dan Tor Tor muda mudi Mandailing Natal, Kesenian Gombang etnis Tionghoa, Kesenian Gamad, Etnis Minang, Kuda Lumping Jawa dan Gazal India.