3 November 2022: Siaran TV analog di wilayah Jabodetabek resmi berhenti
Elshinta.com, Indonesia mencapai tonggak bersejarah dengan menghentikan siaran televisi analog di wilayah Jabodetabek pada tanggal 3 November 2022. Peralihan ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas siaran televisi dan mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi radio.

Elshinta.com - Indonesia mencapai tonggak bersejarah dengan menghentikan siaran televisi analog di wilayah Jabodetabek pada tanggal 3 November 2022. Peralihan ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas siaran televisi dan mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi radio.
Penghentian siaran televisi analog secara resmi ditandai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang menempelkan tangan ke layar sentuh diikuti hitung mundur pada Rabu, 2 November 2022 pukul 24.00 WIB.
Selanjutnya, siaran televisi yang dinikmati masyarakat adalah siaran digital. Wilayah yang tidak akan bisa lagi menikmati siaran TV analog di antaranya 14 kabupaten dan kota di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta 173 kabupaten kota non-terrestrial service atau tidak ada layanan televisi terestrial.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan pelaksanaan Analog Switch Off betul-betul memperhatikan kesiapan semua wilayah agar berjalan dengan baik secara nasional sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo. Pihaknya juga menyusun rencana akan dimulai dari mana dan mempertimbangkan persoalan teknis.
Sebelum tanggal 3 November 2022, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan bahwa masyarakat siap menghadapi peralihan ini. Kampanye informasi dan edukasi telah diadakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang akan terjadi. Ini termasuk panduan untuk memilih atau mengganti peralatan televisi yang sesuai dengan standar DVB-T2.
Peralihan ke televisi digital bukan hanya tentang menghadirkan gambar yang lebih baik, tetapi juga tentang menjaga Indonesia tetap terhubung dengan perkembangan teknologi global. Ini merupakan upaya untuk menjawab tuntutan zaman yang semakin digital.
Televisi digital juga memberikan beberapa keuntungan. Pertama-tama, ini mengoptimalkan penggunaan spektrum frekuensi radio yang sangat berharga. Selain itu, televisi digital memiliki kemampuan untuk menyediakan beragam saluran dan layanan tambahan seperti teks, EPG (Electronic Program Guide), dan gambar dalam gambar.
Peralihan ke televisi digital adalah langkah maju dalam dunia penyiaran dan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Semua pemirsa di wilayah ini diharapkan untuk memastikan bahwa mereka siap mengadopsi teknologi televisi digital untuk tetap menikmati siaran televisi berkualitas tinggi di masa depan.
Peralihan dari televisi analog menjadi televisi digital merupakan langkah maju dalam dunia penyiaran yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Semua pemirsa diharapkan untuk memastikan bahwa mereka siap mengadopsi teknologi televisi digital untuk tetap menikmati siaran televisi berkualitas tinggi di masa depan.