Empat puluh pengelola kuliner di Boyolali dilatih meningkatkan inovasi dan higienitas sajian kuliner
Pemkab Boyolali Jawa Tengah dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kembali menggelar pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner. Kegiatan ini diselenggarakan di Bungalow Kecamatan Selo dengan peserta sebanyak 40 orang.

Elshinta.com - Pemkab Boyolali Jawa Tengah dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kembali menggelar pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner. Kegiatan ini diselenggarakan di Bungalow Kecamatan Selo dengan peserta sebanyak 40 orang.
Kepala Disporapar Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih menjelaskan, sebanyak 40 orang pengelola desa wisata mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari yakni Senin hingga Kamis (30/10/2023-2/11/2023). Dua hari berupa materi teori yang dilakukan di Bungalow, dan dua hari dilaksanakan kegiatan orientasi lapangan (OL) di Kabupaten Purworejo.
“Jadi masing masing desa wisata kuliner, harus memahami pentingnya inovasi. Inovasi kuliner yang ada di masing masing desa wisata harus mempunyai kekhasan,” kata Budi Prasetyaningsih seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Rabu (01/11).
Dia berharap, para peserta akan memiliki kemampuan dan daya saing dengan inovasi masing masing desa wisata.
“Karena sekarang kuliner harus mempunyai inovasi sehingga mempunyai daya saing dengan kuliner kuliner yang lain. Jadi satu daerah itu punya satu khas dan tidak sama semuanya. Kemudian menggunakan produk produk alam yang ada di desa wisata tersebut,” kata Budi.
Salah satu peserta dari Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Winarsih mengungkapkan, dia senang bisa mengikuti pelatihan.
“Menambah wawasan dan kita bisa berinovasi dengan produk produk makanan jadi kita bisa memiliki nilai jual. Kita inovasi jadi makanan yang bisa bernilai ekonomi. Alhamdulillah, senang banget untuk kita semua pelaku UMKM,” terangnya singkat.
Terdapat empat narasumber yang memberikan materi pelatihan tersebut. Keempat narasumber tersebut yakni Gana Wuntu dari STIEPARI Semarang, Erna Wigati dari UNS Surakarta, Bambang Riyanto dan Chef Mulyono.