250 desa di Kabupaten Bogor masuk zona merah rawan bencana alam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat dalam sepekan terakhir sedikitnya 150 titik lokasi terjadi bencana longsor, puting beliung, banjir hingga pergerakan tanah yang disebabkan oleh curah hujan tinggi hingga diperparah dengan banyaknya alih fungsi lahan yang mengakibatkan 250 desa masuk dalam zona merah.

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat dalam sepekan terakhir sedikitnya 150 titik lokasi terjadi bencana longsor, puting beliung, banjir hingga pergerakan tanah yang disebabkan oleh curah hujan tinggi hingga diperparah dengan banyaknya alih fungsi lahan yang mengakibatkan 250 desa masuk dalam zona merah.
Ponco Sugianto Kepala Seksi Kesiap Siagaan BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dalam sepekan ini, mengakibatkan terjadinya bencana alam.
"Curahan hujan yang tinggi, hingga terjadi bencana alam di 150 titik lokasi di Kabupaten Bogor, baik wilayah barat, timur hingga selatan," ungkapnya.
Ponco mengatakan bencana alampun terjadi disebabkan oleh banyaknya alih pungsi lahan di wilayah. "Ada sekitar 24 kecamatan dengan 250 desa, masuk ke Zona merah rawan bencana alam di Kabupaten Bogor, baik itu longsor, Puting Beliung, Banjir hingga pergerakan tanah," terangnya.
Dalam sepekan inipun bencana alam terjadi hingga memporak-poranda rumah warga hingga pohon tumbang. "Kondisi bencana alam saat ini akibat hujan yang lebat disertai angin kencang hingga mengakibatkan pepohonan rubuh, ada juga yang pergeseran tanah mengakibat beberapa rumah rusak parah," jelasnya.
Dalam bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor data yang dihimpun ada sekitar 308 kepala keluarga dengan total 1170 jiwa terdampak.pihaknyapun sudah memberikan surat edaran kepada setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor agar mewaspadai bencana alam yang kerap terjadi di musim penghujan saat ini.
"Surat edaran sudah diberikan untuk warga bersiap siaga saat hujan turun apalagi di lokasi yang rawan bencana alam baik di pegunungan maupun di sekitar aliran sungai," katanya.
"Imbauan kepada sejumlah masyarakat agar selalu waspada, dan hindari lokasi lokasi yang rawan bencana baik di perbukitan, perkebunanan hingga bantaran sungai," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Arief Permana, Jumat (03/11).