Top
Begin typing your search above and press return to search.

Industri sawit optimistis hadapi tantangan 2024

Sebagai penyumbang devisa terbesar, industri sawit optimistis menyambut peluang tahun 2024.

Industri sawit optimistis hadapi tantangan 2024
X
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebagai penyumbang devisa terbesar, industri sawit optimistis menyambut peluang tahun 2024. Hal itu disampaikan Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Eddy Martono saat memberikan sambutan dalam upacara pembukaan 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook di Bali International Convention Center (BICC), Kamis (02/11).

Meskipun begitu, Ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia dengan memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan.

Sejumlah tantangan harus dihadapi industri sawit nasional. Di tengah melemahnya laju ekonomi global dan inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia yang diikuti oleh situasi geopolitik dunia.

Diantaranya seperti perang antara Rusia dengan Ukraina serta konflik terkini yang belum lama terjadi, yakni perang antara Israel dengan Palestina. Menurutnya, industri sawit Indonesia perlu mengambil langkah untuk tetap bertahan dalam ketidakpastian pasar.

“Kami juga melihat adanya volatilitas harga minyak kelapa sawit yang dikombinasikan dengan produktivitas yang stagnan. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian dalam perdagangan global sehingga ketahanan bisnis perlu ditingkatkan,” kata Eddy Martono di Bali, Kamis (2/11).

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan industri sawit adalah melalui program replanting dan penggunaan energi terbaharukan melalui bioavtur .

“Kami yakin dengan kebijakan pemerintah yang tepat, industri kelapa sawit dapat tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar dan perekonomian,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (03/11).

Melihat perkembangan global, sangat menarik untuk membahas secara mendalam demi mendapatkan wawasan lebih dari para ahli. Itu sebabnya, menurut Eddy, IPOC tahun ini mengangkat tema utama yaitu “Meningkatkan Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Pasar”.

Tema ini diangkat terutama mengingat kita menyaksikan dinamika signifikan perekonomian dunia seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingginya inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire