Top
Begin typing your search above and press return to search.

Oknum guru di Kudus diduga pukuli siswa yatim hingga lebam

Salah satu siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus Jawa Tengah diduga dipukuli oknum guru hingga mengalami luka lebam di wajahnya.

Oknum guru di Kudus diduga pukuli siswa yatim hingga lebam
X
Ilustrasi. Foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Salah satu siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus Jawa Tengah diduga dipukuli oknum guru hingga mengalami luka lebam di wajahnya. Informasi adanya kejadian ini diketahui dari beredarnya foto siswa yang menjadi korban pemukulan dengan kondisi bawah mata bagian kanan yang terlihat lebam.Foto yang beredar di grup WhatsApp Kamis (3/10/2023) malam, ini juga menyertakan tempat madrasah siswa tersebut bersekolah dengan sejumlah narasi.

”Tega banget nggak sih anak masih sekolah dijotosi sama bapak gurunya padahal tidak nglakuin kesalahan. Kok tega Ya Allah, padahal anak yatim piatu,” tulis potongan narasi yang menjelaskan tentang foto tersebut.

Kepala Kementerian Agama Kudus Suhadi saat dikonfirmasi para wartawan mengaku tidak mengetahui adanya kejadian tersebut. Namun, setelah melakukan pengecekan ke pihak-pihak terkait akhirnya membenarkan dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

”Jadi memang tidak melapor ke kami, tapi setelah kami cek ternyata benar ada. Tidak melapor karena merasa sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kejadiannya sendiri pada hari Ahad pagi dan siswa ini anak yatim piatu,” katanya, Jumat (4/11).

Ia menjelaskan, foto yang beredar itu merupakan foto usai kejadian. Dimana, setelah kejadian, siswa tersebut langsung diberobatkan ke dokter.

”Sekarang luka memarnya sudah membaik, dan sudah sehat. Siswanya juga sudah sekolah,” ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Oknum guru swasta yang terlibat juga sudah memberikan ganti rugi kepada keluarga siswa tersebut.

”Gurunya sudah minta maaf, mengaku khilaf. Dia juga mau ganti uang obat dan ganti rugi Rp 10 juta ke keluarga. Pihak madrasah juga langsung tanggap memberikan sanksi, guru tersebut diistirahatkan sementara,” imbuh Suhadi.

Terkait kejadian kekerasan seperti ini, pihaknya sangat menyayangkan. Kemenag Kudus, lanjut Suhadi, sangat tidak mentolerir berbagai bentuk kekerasan yang terjadi dilingkungan madrasah.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire