Pasca COVlD-19, Bandara Internasional HLP gelar simulasi penanganan gawat darurat
Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) menggelar Airport Emergency Exercise And Airport Contingency Exercise (AEE dan ACE) atau latihan penanganan gawat darurat, pada Kamis (16/11).

Elshinta.com - Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) menggelar Airport Emergency Exercise And Airport Contingency Exercise (AEE dan ACE) atau latihan penanganan gawat darurat, pada Kamis (16/11).
Kegiatan diikuti oleh seluruh stakeholder terkait atau para pemangku kepentingan yang berada di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma, atau dalam jarak radius kurang lebih 5 mil atau 8 kilometer.
Adapun yang terlibat pada kegiatan di antaranya, Tim Pemadam Kebakaran dan Unit Terkait di Bandara, Basarnas (Badan SAR Nasional), PMI (Palang Merah Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia), TNI AU (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara), klinik kesehatan Bandara dan Rumah Sakit sekitar Bandara.
Executive General Manager Operasional Bandara Halim Perdanakusuma Kolonel Nav Insan Nanjaya kepada Radio Elshinta mengatakan, latihan penanganan darurat ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Bandara Halim Perdankusuma pasca vakum setelah Indonesia secara keseluruhan dilanda COVID-19 selama 3 tahun.
"Latihan terakhir yang kita laksanakan pada tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19," ujarnya.
Lebih lanjut Insan mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melakukan koordinasi seluruh stakeholder di lapangan secara keseluruhan dari apa yang sudah dilaksanakan latihan secara parsial pada tahapan sebelumnya.
"Sehingga kita dapat mengetahui bagaimana tahapan-tahapan, mulai dari keadaan darurat itu berlaku sampai penanganan selesai keadaannya darurat," terangnya.
Insan menerangkan, usai dilaksanakan simulasi penanggulangan darurat, pihaknya akan melakukan evaluasi dan menerima masukan dari para penilai atau peninjau yang ada di lapangan guna penyempurnaan dokumen.
"Kita membutuhkan masukan dari para penilai atau para peninjau yang ada di lapangan sehingga nanti menjadi masukan bagi Kita dalam penyempurnaan dokumen untuk kepentingan selanjutnya," jelasnya.
Sekadar informasi, pada penaggulangan darurat ini skenario yang dilakukan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma di antaranya adalah simulasi penanggulangan kebakaran yang terjadi pada pesawat "Rajawali Sakti".
Pasca pesawat tersebut landing, lalu masuk kepada taxi alpha dan mengalami kebakaran pada salah satu engine atau mesin pada pesawat. Selanjutnya tim pemadam kebakaran dan Basarnas menuju tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk melakukan pemadaman api dan asap.
Selain itu, pihak Bandara Halim juga mensimulasikan penangan korban yang dari pesawat sebanyak 40 penumpang, baik yang selamat maupun yang mengalami luka berat.
"Itu juga merupakan agenda kita latihan dengan para stakeholder, sehingga apa yang sudah kita latihkan sebelumnya, kita kumpulkan semuanya untuk kita lakukan secara full exercise pada latihan ini," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Lianto, Kamis (16/11).