Top
Begin typing your search above and press return to search.

Band alternatif asal Tangerang, Flah rilis debut album EP 'Wasted Youth'

Mengintroduksi dengan lagu See You dan Modern Leftover di awal 2023 ini. Unit ‘almost energetic rock' asal Tangerang, Flah akhirnya merampungkan kepingan puzzle dalam bentuk EP bertajuk Wasted Youth secara mandiri (dibaca: do it yourself). 

Band alternatif asal Tangerang, Flah rilis debut album EP Wasted Youth
X
Sumber foto: Farie Judhistira/elshinta.com.

Elshinta.com - Mengintroduksi dengan lagu See You dan Modern Leftover di awal 2023 ini. Unit ‘almost energetic rock’ asal Tangerang, Flah akhirnya merampungkan kepingan puzzle dalam bentuk EP bertajuk Wasted Youth secara mandiri (dibaca: do it yourself).

Musik Flah bisa dikatakan alternatif dengan racikan dari garage rock, indie rock dan grunge ditambah dengan nada vokal yang mencoba easy listen.

Flah mengawali perjalanan dari kejenuhan Kemas (vokal dan gitar) yang memiliki proyek solo namun tak kunjung bergerak (Padahal sudah jadi EP), akhirya bertemu kembali dengan Wahyu (drum) yang memang sudah teman lama dan memutuskan untuk bergabung dalam Flah (Half dibaca kebalik).

“Ya enggak mau yang ribet-ribet intinya sih, jadi langsung kecetus Flah,” ucap Kemas tentang asal-usul nama Flah. Sampai akhirnya bertemu Varrez Rivara yang kebetulan saat itu nganggur, belum punya band.

Pertemuan ini pun bisa dikatakan ‘momen ajaib’ karena Varrez ternyata pernah memiliki ban bernama Separo (artinya pun juga Half dalam bahasa Inggris).

Proses penggarapan EP pun memakan waktu yang tak begitu lama, dengan personel yang hanya bertiga, mereka melakukannya dalam kurun waktu setengah tahun. Setelah EP selesai bertambah lengkap dengan kehadiran Unay yang bertanggung jawab pada instrumen gitar.

“Total pengerjaan untuk EP ini bisa dibilang sekitar tujuh bulan lamanya. Dan ini semua kami kerjakan secara mandiri, mulai dari mixing sampai ke tahap mastering sembari menikmati prosesnya,” imbuh Kemas menceritakan penggarapan Album EP ini.

Adapun lagu yang menjadi sorotan dari EP Wasted Youth adalah trek pertama berjudul Tak Perlu Bertanya, Terpaksa Setuju. Diawali dengan riff gitar crunchy yang diulang ulang hingga masuknya vokal Kemas yang diberi efek sedikit, jangan banyak-banyak nanti enggak kedengaran.

Dari bait lirik pun dibuat cukup metafora namun simpel, seperti “Inginku tanpa cita-cita/Tak perlu bertanya/Aku siapa di mana dan mengapa langit itu biru?/Sekolah tak seru?/Tak perlu bertanya dan terpaksa setuju”. Seakan mencerminkan sebuah pertanyaan yang sulit untuk ditemukan jawabannya, jadi hanya perlu tundukan kepala dan berkata iya.

“Benang merahnya dari EP ini membicarakan tentang banyak hal, tapi yang disoroti itu tentang kegelisahan masing-masing personel, mulai dari mental health. Bahkan enggak cuma dipikiran saja tetapi juga ke fisik, seperti di usia yang sekarang, koyo sudah seperti teman dekat,” tambah Varrez seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Farie Judhistira, Sabtu (18/11).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire