Satu tahun tak ada perkuliahan, Poltekom terancam ditutup
Adanya ketidakberesan yayasan diduga menjadi penyebab Kampus Politeknik Malang atau Poltekom di Jl Raya Telogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang 'mati suri' bahkan terancam ditutup.

Elshinta.com - Adanya ketidakberesan yayasan diduga menjadi penyebab Kampus Politeknik Malang atau Poltekom di Jl Raya Telogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang 'mati suri' bahkan terancam ditutup. Tentu saja korbannya adalah mahasiswa dan dosen yang masih bertahan di kampus yang konon menjadi kampus yang diunggulkan tahun 2018.
Mahbub Ubaidilah mahasiswa angkatan 2021 jurusan Megatronika mengaku tidak menyangka kalau kampusnya bakal seperti ini.
“Saya baru merasakan di smester III dimana dari 10 mahasiswa tinggal 6 orang,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (21/11).
Pernah mencoba menanyakan hingga bertemu dengan sejumlah orang penting baik itu mantan wali kota Malang, rektor salah satu PTS, anggota DPR pusat maupun Kota Malang dalam yayasan pendidikan Kota Malang yang menaungi Poltekom namun tidak ada kepastian.
“Kami seperti dijanjikan dan dipingpong saat meminta kejelasan baik oleh yayasan maupun rektorat soal kampus ini,” akunya .
Dalam penjelasannya, Mahbub menyebut beberapa nama diantaranya Peni Suprapto (mantan wali kota Malang), Nurcholis Sunuyeko, Ridwan Hisyam dan Suryadi serta beberapa nama lainnya.
“Karena hanya janji-janji maka mahasiswa bersama dosen yang ada bersepakat untuk ajukan tiga opsi. Opsi pertama adalah mengembalikan asset lahan Poltekom ke Pemkot Malang. Kedua marger dengan Polinema dan PSDAKO dengan Politeknik Negeri Surabaya. Opsi tersebut telah disampaikan baik melalui surat pada beberapa orang yayasan pendidikan Kota Malang namun hingga sekarang tidak mendapat jawaban.
Kerana itulah, dirinya memviralkan kasusnya melalui medsos dan tulisan yang ditempel di depan pintu masuk kampus yang bersebelahan dengan Museum Pendidikan Kota Malang.
Sementara itu, Pj. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di Poltekom.
“Saya baru menjabat dan belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dan Pemkot.Malang tidak bisa intervensi karena Poltekom milik yayasan. Namun saya akan mencoba mencari tahu soal ini dan mohon waktu,” singkatnya saat ditemui di sebuah acara.