Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ganjar sebut dirinya 'soloan' hadapi Isu Palestina saat U-20

Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, yang menjabat sebagai Wali Kota Makassar, menyampaikan tanggapannya mengenai masalah kemanusiaan di Palestina yang melibatkan Israel.

Ganjar sebut dirinya soloan hadapi Isu Palestina saat U-20
X
Sumber foto: https://shorturl.at/rCKS9/elshinta.com.

Elshinta.com - Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, yang menjabat sebagai Wali Kota Makassar, menyampaikan tanggapannya mengenai masalah kemanusiaan di Palestina yang melibatkan Israel.

Menurut Danny Pomanto, tidak ada kebutuhan untuk mengajari calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, tentang sikap simpati terhadap Palestina.

Sebelum gerakan boikot produk Israel menjadi populer di Indonesia, Ganjar sudah menunjukkan sikap simpati terhadap negara Palestina.
"Dalam hal Palestina, Pak Ganjar telah membela dan sekarang menjadi perhatian dunia.

Pak Ganjar telah terbukti dalam isu tersebut," ujar Danny Pomanto ketika ikut mendampingi Ganjar Pranowo saat berkunjung ke posko Tim Pemenangan DaerahTPD) Ganjar-Mahfud Sulsel di Jalan Sultan Hasanuddin pada Sabtu, (18/11).

Danny Pomanto mengungkapkan bahwa perbincangan hangat seputar isu kemanusiaan Palestina yang sedang ramai sekarang dan menjadi viral, sebenarnya telah dilakukan oleh Ganjar Pranowo jauh sebelumnya, meskipun calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, dan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, kini membicarakannya.

"Ganjar telah memiliki pandangan maju yang terbukti sekarang dalam hal dukungan terhadap Palestina yang saat ini telah mendapat perhatian global. Jadi, dia tidak mengikuti tren, dalam bahasa Makassar, dia tidak 'turu-turukan' atau 'piti-pitian'. Ini adalah kejujuran dari seorang pejuang untuk Palestina," ujar Danny Pomanto.

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa terkait isu kemanusiaan di Palestina dan keputusannya menolak partisipasi Israel dalam Piala Dunia U-20, ia tidak pernah menaruh penyesalan terhadap sikap yang telah diambilnya.

Ganjar menegaskan bahwa dia tidak mengikuti massa atau berada dalam kelompok tertentu, tetapi mengambil langkahnya sendiri terkait sikapnya terhadap isu Palestina, sebagai tanggapan terhadap pertanyaan seorang kader PPP di Sulsel terkait isu yang juga digaungkan oleh Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Seperti peristiwa sebelumnya, Ganjar Pranowo menerima banyak kritik dan kecaman setelah ia menyampaikan sikap menolak kehadiran tim nasional Israel dalam Piala Dunia U-20 tahun 2023.

Akibat sikapnya tersebut, elektabilitas Ganjar mengalami penurunan hingga sekitar 10 persen, namun dia tetap teguh pada pendiriannya.

Hal ini bahkan berujung pada pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Ganjar Pranowo menolak kehadiran Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia dengan dasar yang kuat pada amanah konstitusi UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Namun, sikap yang sebelumnya diambil oleh Ganjar sekarang terbukti didukung dan diikuti oleh masyarakat secara luas dan juga pemerintah. Masyarakat mulai melakukan boikot terhadap produk Israel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang menyatakan produk Israel sebagai haram, dan pemerintah aktif mengirimkan bantuan ke Palestina.

Selain Membahas Isu Palestina, Ganjar Juga Bahas Terkait Kebangsaan

Ganjar Pranowo, calon presiden yang mendapat dukungan dari Partai Perindo, melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (18/11).

Selama kunjungannya, Ganjar terlibat dalam diskusi dengan pengurus Muhammadiyah Sulsel mengenai isu kebangsaan dan juga permasalahan di Palestina.

Kehadiran Ganjar disambut oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, KH Muhammad Saiful Saleh, dan Ketua PDM Kota Makassar, KH Muhammad Said Abd Shamad.

Kemudian, ketiganya bersama-sama menuju ruang acara di lantai dua yang telah dihadiri oleh ratusan pengurus dan anggota Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Setelah kegiatan berakhir, Ganjar mengungkapkan rasa terhormatnya atas sambutan yang hangat dari Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Selama kesempatan tersebut, mereka berdiskusi mengenai berbagai hal, termasuk isu kebangsaan, pembangunan generasi muda, perhatian terhadap kaum perempuan, dan juga mengenai isu Palestina.

"Saya merasa senang bisa berinteraksi dan menerima banyak masukan. Diskusi tadi melibatkan isu-isu seperti perdamaian Palestina, ruang bagi generasi muda, dan perhatian terhadap kaum perempuan," tuturnya.

Diskusi-diskusi ini sangat bermanfaat sebagai panduan untuk merumuskan arah program ke depan. "Ini menjadi bagian menarik karena menjadi landasan bagi penyusunan program-program," ungkapnya.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire