Survei SPIN ungkap 48 persen generasi mileneal dan Gen Z dukung Prabowo-Gibran
Lembaga survei dari SPIN (Survey and Polling Indonesia) merilis hari riset ilmiah mereka untuk memotret potensi keterpilihan tiga Capres-Cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024, di mana saat ini sudah ada tiga paslon, yakni ; nomor urut 1 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
.jpg)
Elshinta.com - Lembaga survei dari SPIN (Survey and Polling Indonesia) merilis hari riset ilmiah mereka untuk memotret potensi keterpilihan tiga Capres-Cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2024, di mana saat ini sudah ada tiga paslon, yakni ; nomor urut 1 Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
Survei yang dilakukan oleh SPIN tersebut dilakukan dengan rentang waktu 10 hari, yakni mulai tanggal 1 - 10 November 2023 dengan melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error (MoE) sebesar 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dalam memotret potensi keterpilihan dari 3 (tiga) nama Capres yang muncul, Prabowo Subianto mengalami peningkatan elektabilitas pada bulan November ketimbang di bulan Oktober. Yang mana di bulan Oktober tingkat elektabilitasnya adalah 39,9%. Sementara di bulan November naik menjadi 40,3%. Sehingga dalam survei ini, posisi elektabilitas Prabowo masih unggul ketimbang 2 (dua) rivalnya.
Kemudian untuk tingkat elektabilitas kedua ada Ganjar Pranowo. Walaupun masih berada di tingkat kedua, namun potensi keterpilihan Ganjar turun ketimbang bulan sebelumnya. Di mana pada bulan Oktober, tingkat elektabilitas politisi PDIP tersebut di angka 31,1%. Sementara di bulan November anjlok ke 25,7%.
Di urutan ketiga ada Anies Baswedan. Walaupun berada di tingkat terakhir, elektabilitas Anies cenderung naik. Di mana pada bulan Oktober elektabilitas dia di angka 21,7%. Sementara pada bulan November meningkat menjadi 22,5%.
Lantas untuk swing voters cenderung meningkat, dari bulan Oktober hanya 7,3%, pada bulan November menjadi 11,5%. Kenaikan angka ini disinyalir berasal dari ceruk suara Ganjar yang menurun dan mereka pun belum kembali menentukan preferensi politiknya.
"Diduga juga ada yang tadinya pemilih Ganjar memilih TT/TJ (undecided voters). Hal ini terlihat dari meningkatnya publik yang TT/TJ sebesar 4,2% dari 7,3% menjadi 11,5%," kata direktur eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam keterangannya, Senin (27/11).
Pengaruh Cawapres
Dalam survei ini, Igor juga melakukan simulasi terhadap seberapa pengaruh Cawapres dalam mendongkrak elektabilitas Capres yang maju. Ia menyampaikan bahwa Gibran memiliki dampak yang lebih tinggi untuk mendongkrak Capresnya yakni sebesar 2,7%. Sehingga untuk elektabilitas Prabowo-Gibran saat ini mencapai 43%.
Sementara Mahfud MD menambah kekuatan elektabilitas Ganjar sebesar 0,4%. Sehingga elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud saat ini mencapai 26,1%.
Kemudian Muhaimin Iskandar menyumbang tingkat elektabilitas 0,2% untuk Anies Baswedan. Sehingga pasangan Anies-Imin saat ini sebesar 22,7%.
"Kontribusi Gibran terhadap pasangan calon diduga sebesar 2,7% , terbesar bila dibandingkan dua cawapres pasangan calon lainnya. Mahfud untuk sementara hanya memberikan kontribusi 0,4% dan Muhaimin berkontribusi sebesar 0,2% saja terhadap elektabilitas pasangan calon," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Rizkiyanto, Senin (27/11).
Lantas, Igor juga mewanti-wanti bahwa suara pemilih Jokowi saat Pilpres 2019 masih cenderung akan mengarah ke Prabowo-Gibran. Sebab, keberadaan Gibran di Koalisi Indonesia Maju bersama Prabowo akan direpresentasikan sebagai sosok Jokowi.
"Potensi migrasi suara pemilih Jokowi 2019 lalu dari Ganjar-Mahfud akan terus terjadi ke Prabowo-Gibran terutama dari kantong-kantong suara PDIP yang jadi basis utama dukungan Ganjar. Ganjar tidak lagi dipersepsikan sebagai Jokowi karena ada Gibran," tuturnya.