Top
Begin typing your search above and press return to search.

30 November 1957: Presiden Soekarno nyaris jadi korban pembunuhan

Elshinta.com, Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno hampir menjadi korban dalam upaya pembunuhan pada 30 November 1957 atau dikenal dengan Tragedi Cikini. Upaya pembunuhan ini didalangi oleh Jusuf Ismail, anggota pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). 

30 November 1957: Presiden Soekarno nyaris jadi korban pembunuhan
X
Presiden Ir. Soekarno. (https://tinyurl.com/ayc6fdbv)

Elshinta.com - Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno hampir menjadi korban dalam upaya pembunuhan pada 30 November 1957 atau dikenal dengan Tragedi Cikini. Upaya pembunuhan ini didalangi oleh Jusuf Ismail, anggota pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Dilansir dari kompas.com, ia bersama rekannya melemparkan enam buah granat ke arah Presiden Soekarno. Lima di antaranya meledak dan menewaskan 10 orang anak sekolah dan mencederai 48 orang. Beruntungnya, Presiden Soekarno dan kedua anaknya, Guntur dan Megawati selamat dari insiden tersebut.

Tragedi pelemparan granat di Perguruan Cikini diduga bukan hanya sebuah aksi teror biasa, melainkan bertujuan untuk menyingkirkan Soekarno dari kursi kepresidenan. Pada masa kepemimpinan Soekarno, banyak orang yang merasa tidak puas dengan kondisi politik yang terjadi saat itu.

Akibatnya, tercetus sebuah upaya untuk melakukan pembunuhan terhadap Soekarno. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan melemparkan granat. Ide ini sendiri tercetus ketika salah satu pelaku tengah melihat mobil Presiden Soekarno di Perguruan Cikini pada 30 November 1957 itu.

Saat itu, sedang ada perayaan hari jadi Perguruan Cikini yang ke-15. Kebetulan, kedua anak Presiden Soekarno, yaitu Guntur dan Megawati juga merupakan murid di sekolah tersebut.

Kedatangan Soekarno ke Perguruan Cikini tidak hanya sebagai orangtua dari kedua anaknya, melainkan juga atas undangan khusus dari Kepala Perguruan Cikini, Sumadji Muhammad Sulaimani dan Direktur Percetakan Gunung Sari, Johan Sirie.

Akhirnya, para pelaku memutuskan untuk melemparkan granat kepada Presiden Soekarno untuk membuatnya jatuh dari jabatannya.

Pasca-penggranatan tersebut, Presiden Soekarno dengan amarahnya segera memerintahkan pengejaran terhadap para pelaku pelemparan granat. Ia juga meminta untuk dilakukan penyelidikan terkait dalang di balik peristiwa tersebut.

Akhirnya, hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, para aparat dan intelijen negara berhasil menangkap empat pemuda yang diduga sebagai pelaku aksi teror tersebut. Mereka adalah Jusuf Ismail, Sa'idon bin Muhammad, Tasrif bin Husein, dan Moh Tasin bin Abubakar.

Berdasarkan penyelidikan, terungkap bahwa keempat orang ini adalah penghuni Asrama Sumbawa yang juga berlokasi di kawasan Cikini dan anggota dari pemberontak Darul Islam/Negara Islam Indonesia (DI/TII). Selain mereka, rupanya Kolonel Zulkifli Lubis, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat juga dicurigai sebagai otak dari tragedi tersebut.

Sumber : 9

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire