Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sebanyak 805 anak stunting di Langkat jadi sasaran program BAAS 

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rudi Kinandung membacakan pidato tertulis Plt Bupati Langkat Syah Afandin, saat memimpin apel gabungan ASN Pemkab Langkat, di halaman Kantor Bupati Langkat, Senin (27/11).

Sebanyak 805 anak stunting di Langkat jadi sasaran program BAAS 
X
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rudi Kinandung membacakan pidato tertulis Plt Bupati Langkat Syah Afandin, saat memimpin apel gabungan ASN Pemkab Langkat, di halaman Kantor Bupati Langkat, Senin (27/11).

Rudi menyebut, stunting merupakan permasalahan nasional yang berdampak luas dan berjangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, kedepannya kualitas generasi penerus yang tidak atau kurang produktif akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kekuatan bangsa.

Hal itu sesuai amanah Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting serta peraturan BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting tahun 2021-2024 yang menyatakan bahwa diperlukan keterlibatan semua pihak dan stakeholder untuk percepatan penurunan stunting.

"Oleh sebab itu penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh dinas PPKB, Dinas Kesehatan, ataupun Bappeda sebagai leding sektor akan tetapi butuh keterlibatan semua pihak untuk menyelamatkan generasi bangsa terhadap ancaman stunting," kata Rudi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (29/11).

Menurut Rudi, berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia atau SSGI sebelumnya target pada tahun 2002 di Kabupaten Langkat menunjukan bahwa referensi stunting sebesar 27,64 persen. "Tetapi kita berhasil mencapai 18,6 persen artinya 9 persen lebih rendah dari target yang ditentukan meskipun begitu kita tidak boleh terlena kita perlu strategi yang lebih tepat untuk mencapai 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional," jelasnya.

Rudi Kinandung pun menegaskan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat untuk lebih serius melaksanakan program intervensi sensitif antara lain menyediakan air bersih dan sanitasi serta intervensi spesifik antara lain yaitu kurangnya asupan makanan dan gizi serta penyakit infeksi untuk mempercepat penurunan stunting. "Terutama di 165 desa/kelurahan yang menjadi lokus stunting tahun 2023 Kabupaten Langkat," sebutnya.

"Diperlukan penanganan yang komprehandship dan berkesinambungan untuk menekan angka prevalensi stunting sehingga saya harap kerjasama yang sinergis antara sektor dapat saling mendorong dalam percepatan penurunan stunting," ujarnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire