KUB Kanwil Kemenag Sumut gelar penguatan moderasi beragama
Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi berharap pada pengurus FKUB Kabupaten/kota agar melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala munculnya bibit-bibit konflik dan perpecahan khususnya konflik keagamaan.
.jpg)
Elshinta.com - Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi berharap pada pengurus FKUB Kabupaten/kota agar melakukan deteksi dini terhadap gejala-gejala munculnya bibit-bibit konflik dan perpecahan khususnya konflik keagamaan.
Dalam hal terjadinya gesekan dan konflik, pengurus FKUB harus mampu melakukan mediasi dan rekonsiliasi serta memberikan rekomendasi berupa rumusan dan usulan metode dan cara penanganan dan mengatasi konflik.
“Saya berharap kegiatan peningkatan kapasitas aktor FKUB dan lembaga keagamaan dalam penguatan moderasi beragama dapat memberi manfaat pada peserta dan untuk ditularkan pada umat di daerahnya masing-masing,” kata Qosbi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Senin (4/12).
Lebih lanjut Qosbi mengatakan, penguatan moderasi beragama merupakan program prioritas pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih toleran, damai rukun dan harmonis.
Dalam kesempatan itu, kakanwil juga mengingatkan bahwa pada awal tahun 2024 adalah tahun-tahun politik.Untuk itu ASN harus menjaga netralitas dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan suatu partai.
Sementara itu, Katim KUB dan Pelayanan Agama Khonhhucu H Ibnu Mufid SAg MAP mengatakan, peserta berjumlah 62 orang terdiri dari kepala TU/ kemenag kab/kota, FKUB kab/kota dan tokoh masyarakat.
Tujuan kegiatan antara lain untuk menanamkan moderasi beragama sebagai cara pandang dan praktek kehidupan beragama jalan tengah bagi umat beragama dalam rangka membangun kohesi sosial yabg erat di tengah-tengah kemajemukan umat dan membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan.