Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pakai teknologi AI, KPPS di Sukoharjo harus melek teknologi informasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menegaskan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024 paham teknologi informasi. Calon pendaftar dibatasi pada kisaran usia 17 - 55 tahun.

Pakai teknologi AI, KPPS di Sukoharjo harus melek teknologi informasi
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menegaskan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2024 paham teknologi informasi. Calon pendaftar dibatasi pada kisaran usia 17 - 55 tahun.

Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Syakbani Eko Raharjo mengatakan, KPU segera membuka rekrutmen PPK dan PPS untuk Pemilu 2024. Salah satu syarat bagi masyarakat yang akan mendaftar adalah paham dan menguasai teknologi informasi. Sebab, KPU akan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) dalam proses pemungutan suara nanti.

Tepatnya dalam proses penghitungan suara dimana tabulasi nasional akan menggunakan AI, untuk update laporan panitia pemilu melalui Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap). "Aplikasi Sirekap inilah yang dilengkapi dengan AI dan bisa diakses secara umum menggunakan telepon pintar berbasis android," kata Syakbani.

Menurut dia, penggunaan teknologi informasi dalam proses pemungutan suara ini masih akan diback-up pengiriman laporan secara manual oleh petugas pemilu di lapangan. Sehingga rasio kesalahan pengunggahan data di SIrekap mampu diminimalkan.

Penggunaan aplikasi ini sebenarnya sudah mulai diterapkan pada Pemilihan kepala daerah 2019 lalu, Namun untuk Pemilu 2024 disempurnakan dengan menambahkan bantuan AI yang mampu membaca kode angka lebih detail. Maka, kemampuan petugas pemilu dalam menguasai teknologi informasi diutamakan.

"Petugas KPPS tingga memfoto formulir plano C1 dan dikirim ke server Sirekap. Kalau terkendala jaringan bisa disimpan dan dikirim saat situasi memungkinkan," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (7/12).

Syakbani menambahkan, pemanfaatan AI ini membawa konsekuensi persyaratan bahwa dalam satu kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), minimal dua orang harus menguasai teknologi informasi berbasis android. Sedangkan syarat kesehatan akan difasilitasi oleh dinas kesehatan kabupetan (DKK) melalui pemeriksaan di Puskesmas yang ada di Sukoharjo. Warga dalam radius tempat pemungutan suara (TPS) lebih diutamakan mengisi petugas pemungutan suara.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire