Top
Begin typing your search above and press return to search.

Antisipasi Merapi erupsi, petugas gabungan cek jalur evakuasi dan tempat pengungsian 

Di bawah komando Komandan Kodim 0724, Boyolali, Jawa Tengah, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, ratusan personil gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan sejumlah stake holder lainnya melakukan patroli pengecekan jalur evakuasi Merapi dan Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Kamis (7/12).

Antisipasi Merapi erupsi, petugas gabungan cek jalur evakuasi dan tempat pengungsian 
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Di bawah komando Komandan Kodim 0724, Boyolali, Jawa Tengah, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, ratusan personil gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan sejumlah stake holder lainnya melakukan patroli pengecekan jalur evakuasi Merapi dan Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Kamis (7/12).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu Gunung Merapi erupsi.

Komandan Kodim 0724 Boyolali Jawa Tengah, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, pengecekan perlu dilakukan untuk memastikan jalur evakuasi siap di lalui dan tempat penampungan pengungsi siap dipakai.

"Mengingat fenomena Gunung Merapi sudah terjadi, khususnya di Sumatera Barat yang kedua erupsi anak Gunung Krakatau dan 4 Desember kemarin terjadi guguran awan panas barat daya Gunung Merapi wilayah Magelang. Khususnya wilayah Selo kawasan rawan bencana. Maka dari TNI dan para stake holder yang ada di Kecamatan Selo melakukan pengecekan,utamanya jalur evakuasi dan tempat penampungan," kata Wiweko Wulang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Kamis (7/12).

Dikatakan Wiweko, jika terjadi erupsi maka tempat penampungan dan jalur evakuasi telah siap digunakan. "Kita tadi sudah cek dengan petugas yang ada di TPPS, tempat pengungsi mampu menampung 320 pengungsi. Fasilitas telah siap, jika dibutuhkan sewaktu-waktu, seperti jalur telah memenuhi syarat untuk dilewati baik penduduk maupun kendaraan," ujar Wiweko Wulang.

Usai melakukan cek jalur evakuasi dan TPPS, petugas melanjutkan kegiatan karya bakti penanaman 6 jenis pohon sebanyak 520 batang di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Keenam jenis pohon adalah, Wilodo, Gondang, Pule, Puspo, Brasan dan Beringin.

"Keenam jenis pohon kita pilih, karena sesuai dengan vegetasi dari Taman Nasional Gunung Merbabu dan memiliki karakteristik tahan cuaca extrim. Selain itu akarnya kuat menahan erosi tanah longsor dan banjir bandang," kata Wiweko.

Penanaman pohon, kata Wiweko dimana ada fakta, telah terjadi kebakaran hutan lereng Merbabu yang mengakibatkan 848,5 hektar hutan konservasi dan pertanian masyarakat berdampak kebakaran.Yang kedua terjadi banjir bandang di sisi Utara Merbabu, yakni Kabupaten Semarang.

"Dua fakta tersebut kita antisipasi kejadian serupa yakni bencana alam. Dan merehabilitasi hutan yang terbakar. Sekaligus melestarikan sumber alam dan sumber air yang ada di Merbabu." kata Wiweko.

Selain menanam pohon, TNI Kodim 0724 juga melaksanakan karya bakti pembersihan Pasar Pengging dan saluran air buat sodetan di Kecamatan Banyudono. Hal ini menindaklanjuti perintah KASAD ke seluruh jajaran Kodim TNI AD untuk melaksanakan karya bakti.Guna mengantisipasi bencana alam, tanah longsor, banjir, erupsi Gunung Merapi maupun wabah penyakit menular dan demam berdarah.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire