Cegah DBD, personel gabungan TNI Kodim 0724 Boyolali bersih-bersih Pasar Pengging
Dalam rangkaian karya bakti, Kodim 0724/Boyolali JawaTengah mengerahkan ratusan personil gabungan untuk melakukan kegiatan di sejumlah lokasi.

Elshinta.com - Dalam rangkaian karya bakti, Kodim 0724/Boyolali JawaTengah mengerahkan ratusan personil gabungan untuk melakukan kegiatan di sejumlah lokasi. Salah satunya melakukan bersih-bersih jalan dan lingkungan Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Jumat (8/12). Ratusan personil tersebut di antaranya,TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, SMA/SMK, ormas dan perangkat desa.
Pasar Pengging merupakan pusat perdagangan masyarakat yang memiliki sejarah sebagai pasar tertua di kawasan Boyolali dengan ikon sebuah cerobong bekas pabrik tembakau pada zaman Belanda.
Para personil gabungan tersebut membersihkan lingkungan pasar dengan cara menyingkirkan sampah, mencabut rumput, merapikan pohon, membersihkan gorong-gorong maupun saluran air serta berkegiatan yang dapat membuat lingkungan pasar sehat dan tak terkesan kumuh.
Komandan Kodim 0724/Boyolali, Jawa Tengah, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan, pelaksanaan karya bakti pembersihan pasar bertujuan untuk mencegah wabah penyakit DBD dan wabah penyakit menular lainnya di musim penghujan.
"Latar belakan kami melaksanakan karya bakti di pasar ini, karena Pasar Pengging sebagai pusat perdagangan masyarakat di Kecamatan Banyudono dan Boyolali pada umumnya juga memiliki sejarah pasar tertua di Boyolali dengan Ikon cerobong bekas pabrik tembakau pada zaman penjajahan Belanda," kata Wiweko Wulang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.
Lebih lanjut Wiweko mengatakan, lokasi Pasar Pengging berada di persimpangan sehingga berdampak kemacetan dan tumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Dengan kegiatan bersih-bersih pasar ini diharapkan dapat memberikan kesadaran terhadap pedagang dan pembeli agar tetap menjaga lingkungan pasar.
"Sehingga pasar tetap bersih, sehat, nyaman dan aman untuk jual beli. Sehingga meninggalkan kesan bahwa pasar tradisional itu selalu kotor, becek dan bau," tandasnya.