Top
Begin typing your search above and press return to search.

Bersama Indonesia Maju, visi misi Prabowo-Gibran untuk atasi stunting

'Bersama Indonesia Maju' merupakan judul visi misi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Program ini melibatkan 8 misi asta cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat.

Bersama Indonesia Maju, visi misi Prabowo-Gibran untuk atasi stunting
X
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - “Bersama Indonesia Maju” merupakan judul visi misi pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran. Program ini melibatkan 8 misi asta cita, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat.

Salah satu aspek yang menarik dari program tersebut adalah komitmen mereka untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Dalam dokumen yang dirilis pada Minggu, 10 Desember 2023, terungkap bahwa Prabowo-Gibran berfokus pada solusi konkret dan mendesak untuk menyelesaikan permasalahan stunting.

Salah satu program Indonesia Maju unggulan dari 8 program hasil terbaik cepat yang diusung oleh Prabowo-Gibran adalah pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah serta pesantren, termasuk bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil. "Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil," demikian dikutip dari dokumen tersebut.

Tujuan utama dari program "Bersama Indonesia Maju" ini adalah menanggulangi masalah stunting di Indonesia. Prabowo-Gibran menganggap stunting sebagai permasalahan konkret yang memerlukan penanganan langsung dan menyeluruh dari pemerintah. Dalam konteks ini, program tersebut diharapkan dapat memastikan tercapainya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Upaya untuk mengatasi stunting ini akan dilakukan melalui pemberian makan siang secara rutin kepada berbagai kelompok, mulai dari anak-anak pra-sekolah hingga siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan pesantren. Selain itu, bantuan gizi juga akan disalurkan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan mendukung keuangan keluarga.

Program pemberian makan siang dan susu gratis yang terkandung dalam Visi Indonesia Maju Prabowo-Gibran ini memiliki target ambisius, yakni mencapai lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029. Ini menandakan komitmen kuat dari pasangan ini untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi. Dengan langkah-langkah inovatif ini, diharapkan Indonesia dapat maju dalam hal pembangunan manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia Maju Cegah Stunting: Gibran Singgung Akar Permasalahan Stunting

Gibran menegaskan bahwa permasalahan stunting memiliki salah satu akar permasalahan terletak pada lingkungan tempat tinggal.

Dirinya menyatakan bahwa pencegahan stunting di Indonesia dapat dimulai dengan melakukan perbaikan sanitasi dan lingkungan yang tergolong kumuh. Menurutnya, masih banyak wilayah di Indonesia, termasuk di kota-kota besar, yang memerlukan penyempurnaan dalam hal sanitasi dan pembenahan lingkungan.

“Yang paling penting, bukan anak dan ibunya saja. Tapi, juga daerah kumuh. Kalau ada daerah kumuh, pasti stunting-nya tinggi, perlu bedah rumah, sanitasi drainase yang baik, semua masalah terselesaikan,” katanya, dalam video Youtube berjudul “A1: Kali Ini Gibran Bicara Panjang, Siap Debat?” di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2023.

Gibran menyarankan agar intervensi pemerintah dimulai dari daerah-daerah kumuh. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah melalui inisiasi program pemberian makan siang, susu gratis, dan susu hamil gratis. Dia juga menekankan pentingnya melakukan screening dan pemantauan kondisi kesehatan anak selama masa remaja, serta kesehatan ibu terutama saat hamil hingga melahirkan.

“Pencegahan stunting dimulai dari remaja. Permasalahan stunting itu dari A sampai Z. Harus ada kerjasama lintas dinas. Kalau di Solo, di Dinas PUPR masalah pemukiman kumuh juga. Lalu Dinas lingkungan, dan di beberapa RT-RW menginisiasi kampung bebas rokok,” kata capres yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo tersebut.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire