Belajar dari Covid-19, penerbit buku bertranformasi ke dunia digital
Distrubsi di dunia pendidikan banyak terjadi pasca Covid-19. Karenanya fenomena dunia pendidikan harus dicermati dengan baik. Salah satunya adalah dengan menyediakan platform digital.
Sumber foto: Heru Lianto/elshinta.com.Elshinta.com - Distrubsi di dunia pendidikan banyak terjadi pasca Covid-19. Karenanya fenomena dunia pendidikan harus dicermati dengan baik. Salah satunya adalah dengan menyediakan platform digital.
Demikian hal itu dikatakan CEO Group Intan Pariwara, Herbet Ang, usai mengakuisisi sebuah platform digital 'Jelajah Ilmu' milik PT Pendidikan Pedagogi Lestari di Jakarta, Senin (11/12).
Lebih lanjut Herbet mengatakan, hadirnya platform pembelajaran yang terintegrasi dengan konten yang baik akan menghasilkan sekolah sekolah di Indonesia yang ada bisa berkembang dengan jalur maksimal.
Karenanya, pihaknya melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi sebuah platform pembelajaran digital yang sudah dipakai di ribuan sekolah dan madrasah yang ada di Indonesia, yakni 'Jelajah Ilmu'.
"Pada hari ini kami mengumumkan bahwa 'Jelajah Ilmu' secara resmi sudah menjadi bagian dari Intan Pariwara Group," ujar Herbet.
Menurut Herbet, Jelajah Ilmu sudah dikenal dengan pendekatan metode pendidikan modern yang inovatif dan sudah digunakan sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah di Indonesia.
"Sehingga hal ini sejalan dengan misi Intan Pariwara dalam menghadirkan ekosistem pendidikan dengan sarana dan prasarana yang canggih, modern dan berkualitas," kata Herbet.
Lebih jauh ia menerangkan, pasca mengakuisisj 'Jelajah Ilmu', PT Penerbit Intan Pariwara, yang sebelumnya perusahaan penerbit buku berbasis kurikulum nasional bertranformasi menjadi PT Intan Pariwara Edukasi (PIE), yang fokus ke teknologi dan konten digital dalam proses pembelajaran yang edukatif.
"Transformasi ini merupakan babak baru perjalanan kami dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang komprehensif," terang Herbet.
Sementara, lanjutnya, guna mendukung transformasi digital pendidikan dari sisi sumber daya digital, pihaknya juga mengangkat Dr. Benson Soong sebagai Chief Innovation and Technology Officer.
Soong merupakan praktisi edukasi yang mempunyai berbagai peran dan portfolio di Asia Pasifik.
"Dr. Benson Soong membawa pengalamannya di bidang teknologi Indonesia dan pendidikan untuk memperkaya inovasi IPE (Intan Pariwara Edukasi)," jelasnya.
Selain Soong, pihaknya juga mengangkat Prof. Richardus Eko Indrajit, yang dinilai sudah banyak berkecimpung di dunia pendidikan dan teknologi.
Herbert berharap, melalui transformasi yang sudah dijalankan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjalanan pendidikan nasional.
"Dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kualitas SDM masa depan yang unggul," pungkasnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Selasa (12/12).




