Terminal Bus Tanjung Priok tingkatkan pelayanan jelang libur Nataru
Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) th 2023-2024, Terminal Bus Tg Priok, Jakarta Utara akan mempersiapkan pelayanan terbaiknya untuk kenyamanan dan keamanan warga yang akan berangkat ke luar kota, dengan memanfaatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Elshinta.com - Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) th 2023-2024, Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara akan mempersiapkan pelayanan terbaiknya untuk kenyamanan dan keamanan warga yang akan berangkat ke luar kota, dengan memanfaatkan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Pihak pengelola Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara dipastikan menyediakan fasitas, terutama bagi calon penumpang, ditambahkan bangku di ruang tunggu, posko kesehatan, posko tiga pilar, loket pembelian tiket digedung baru lantai 2.
"Jelang liburan Nataru, kami selaku pengelola Terminal Bus Tanjung Priok, dipastikan akan bekerja sama dengan petugas kir kendaraan dari cakung untuk memeriksa kelaikan armada Bus AKAP yang akan membawa penumpang keluar kota, agar benar-benar kondisi kendaraannya baik," ujar Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Muzofar Surya Alam kepada Reporter Elshinta, ME Sudiono, Selasa (19/12).
"Selain itu ada posko kesehatan untuk sopir dan awak bus, termasuk pemeriksaan narkoba, dan untuk penumpang yang kesehatannya terganggu," lanjut Jofar, sapaan akrabnya.
Hingga hari Senin (17/12) sore, di Terminal Bus Tanjung Priok yang berhadapan dengan stasiun kereta, belum tampak lonjakan penumpang yang akan berangkat keluar kota dalam libur Nataru.
"Diperkirankan lonjakan penumpang terjadi pada hari Sabtu, 23 Desember 2023 ini hingga menjelang pergantian tahun, mengingat untuk sekarang ini masih banyak pekerja yang belum libur," tambah Muzofar.
Kepala Terminal Bus di Jakarta Utara meyakini, bahwa untuk tuslag (ongkos) bus AKAP reguler tidak ada kenaikan, agar warga bisa menikmati perjalanan menuju daerahnya memanfaatkan angkutan masal dari terminal ini
"Sementara harga tiket bus AKAP yang reguler diyakini tidak ada kenaikan, kecuali bus double decker yang ada tempat tidurnya itu berbeda," tambah Mujofar Surya Alam.