TPID Sukoharjo pantau harga dan stok sembako pasar tradisional hadapai Nataru
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menginspeksi sejumlah pasar tradisional. Tim turun langsung ke pasar guna memantau fluktuasi harga dan stok komoditas bahan pangan menhadapi Natal dan tahun baru. Hasilnya, tidak ada kenaikan harga bahan pokok dan pasokan maupun stok barang aman.

Elshinta.com - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menginspeksi sejumlah pasar tradisional. Tim turun langsung ke pasar guna memantau fluktuasi harga dan stok komoditas bahan pangan menhadapi Natal dan tahun baru. Hasilnya, tidak ada kenaikan harga bahan pokok dan pasokan maupun stok barang aman.
Bupati Sukoharjo yang juga selaku ketua TPID, Etik Suryani menegaskan, pantauan bahan kebutuhan pokok dilakukan di Pasar Bekonang Mojolaban dan Pasar Kartasura, hari ini. Stok bahan pangan sangat mencukupi kebutuhan dan tidak ada yang langka. Demikian halnya pasokan barang kepasaran tidak menemui kendala bahkan cenderung melimpah.
"Terkait harga tidak mengalami kenaikan signifikan," kata bupati, Rabu (20/12).
Dari pantauan diketahui harga beras IR 64 premium Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp13.000 per kilogram , gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp14.400 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp17.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp15.000 per liter, daging ayam Rp32.000 per kilogram, telur ayam Rp 26.000 per kilogram, cabai merah besar teropong Rp58.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp57.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 77.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp50.000 per kilogram.
Etik Suryani mengatakan, hasil pantauan dari kedua lokasi ini terdapat kondisi yang sama. Stok barang melimpah, distribusi lancar dan harga yang cenderung stabil. Namun, ada selisih harga di tiap-tiap pasar meskipun selisihnya tidak terlalu tinggi yakni pada kisaran Rp1.000 - Rp2.000.
"Ada perbedaan harga tiap pasar tapi tidak terpaut jauh," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Iwan Setiyono mengakui, secara umum stok bahan kebutuhan pokok pangan menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 masih mencukupi. Artinya barang masih tersedia memenuhi permintaan masyarakat. Namun kondisi di pasar diketahui harga kebutuhan pokok pangan tinggi. Hal ini berdampak pada penurunan aktivitas perdagangan karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan.
Kenaikan harga akan terus ditekan oleh Diskopumdag Sukoharjo, salah satunya dengan menyediakan barang dalam jumlah banyak. "Tujuannya agar stok di pasar melimpah dan berpengaruh pada penurunan harga," ujarnya.