Program Bali Kerthi Development Fund percepat tranformasi ekonomi
Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meluncurkan Program Bali-Kerthi Development Fund (BDF).

Elshinta.com - Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meluncurkan Program Bali-Kerthi Development Fund (BDF). Program tersebut kedepannya diharapkan akan dapat mendorong percepatan atau akselerasi ltransformasi perekonomian Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan Amalia Adininggar Widyasanti selaku Deputi Bidang Ekonomi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam pembukaan seminar bertajuk Bali-Kerthi Development Fund: Strategy, Challenges, and Opportunities Venture Capital in 2024 and Beyond.
Amalia dalam kesempatan ini mengatakan bahwa program ini diharapkan juga akan dapat menyalurkan dan mengelola sumber dana non pemerintah untuk pembiayaan pembangunan Bali.
“Transformasi Ekonomi Kerthi Bali adalah program transformasi ekonomi untuk membangun fundamen ekonomi Bali, yang tangguh dan seimbang serta mandiri,” kata Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya, Kamis (21/12).
Ia menambahkan bahwa Industri pariwisata Bali diharapkan dapat mencontoh keberhasilan Negara Spanyol. Saat ini Spanyol merupakan salah satu tujuan wisatawan mancanegara terbesar kedua di dunia setelah Prancis.
“Jumlah turis asing (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke Soanyol mencapai 83,7 juta (kunjungan) per tahun. Bali bisa setara dengan Spanyol pada 2041-2045,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Spanyol merupakan salah satu negara yang bisa menraik perhatian wisatawan mancanegara dengan layanan kesehatan yang bagus, hampir sama dengan Bali.
“Spanyol ekonominya lebih bagus terhadap gejolak. Itu yang harus dicontoh oleh Bali,” tambahnya.
Kepala Bali-Kerthi Development Fund (BDF) Trisno Nugroho yang juga hadir dalam seminar Bali-Kerthi Development Fund: Strategy, Challenges, and Opportunities Venture Capital in 2024 and Beyond di Bali tersebut juga mengapresiasi terkait penyelenggaraan acara ini.
“Kita mengapresiasi langkah transformasi ekonomi di Bali dan tertarik dengan keberadaan BDF dan PMO, yang dibentuk untuk mendukung program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali,” kata Trisno Nugroho seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (22/12).
Menurutnya keberadaan BDF dan PMO ini dinilai memudahkan investor untuk mendukung program transformasi ekonomi Bali.
“BDF dan PMO memiliki program-program, yang dapat didukung pendanaan investasi dari dalam negeri ataupun dari luar negeri,” jelasnya.
Menurutnya, Investasi di Bali selama ini lebih terkonsentrasi pada sektor hotel, restoran, dan kafe yang berkaitan dengan industri pariwisata
“Bali memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, pengembangan digital, pendidikan, dan kesehatan, di samping sektor pariwisata yang menjadi andalan,” pungkas Trisno Nugroho.